Studi: Cokelat Kaya Flavanol Lindungi Pembuluh Darah dari Efek Duduk Terlalu Lama.
Penelitian menunjukkan konsumsi cokelat kaya flavanol melindungi fungsi pembuluh darah dari dampak negatif duduk terlalu lama. Temuan ini relevan bagi pekerja kantoran.
Jakarta, JClarity – Gaya hidup sedentari, yang ditandai dengan duduk dalam waktu yang lama, telah lama diakui sebagai faktor risiko signifikan terhadap penyakit kardiovaskular. Sebuah studi ilmiah kembali menyoroti potensi solusi diet sederhana untuk mengatasi masalah ini: konsumsi cokelat yang kaya akan flavanol dapat memberikan perlindungan substansial bagi fungsi pembuluh darah.
Penelitian ini, yang menjadi perhatian di kalangan ahli gizi dan kesehatan vaskular, secara khusus menyelidiki bagaimana senyawa bioaktif yang ditemukan dalam kakao murni, yang dikenal sebagai flavanol, dapat menangkal dampak negatif dari duduk berkepanjangan. Duduk selama beberapa jam tanpa istirahat diketahui dapat mengurangi aliran darah ke kaki dan mengganggu fungsi endotel (lapisan dalam pembuluh darah), yang merupakan indikator awal penting dari kesehatan kardiovaskular.
Dalam studi yang dilakukan, para peneliti mengamati subjek yang mengonsumsi minuman kakao tinggi flavanol sebelum menjalani periode duduk wajib selama beberapa jam. Hasilnya menunjukkan bahwa fungsi pembuluh darah pada kelompok yang mengonsumsi flavanol secara signifikan lebih stabil dan tidak mengalami penurunan drastis, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mengonsumsi minuman plasebo rendah flavanol.
Flavanol bekerja sebagai antioksidan kuat dan diketahui dapat meningkatkan produksi oksida nitrat dalam tubuh. Oksida nitrat berperan penting sebagai vasodilator, yang berarti ia membantu melebarkan pembuluh darah, memastikan aliran darah tetap lancar, dan mempertahankan fungsi endotel yang optimal meskipun terjadi periode imobilitas.
Meskipun temuan ini menawarkan harapan baru, para ahli kesehatan menekankan pentingnya membedakan antara kakao kaya flavanol yang digunakan dalam penelitian dengan cokelat batangan komersial pada umumnya. Cokelat olahan seringkali mengandung kadar flavanol yang jauh lebih rendah—akibat proses pengolahan dan penambahan gula serta lemak—dan oleh karena itu tidak memberikan manfaat perlindungan yang sama.
Jurnalisme kesehatan mencatat bahwa suplemen atau produk diet tinggi flavanol dapat menjadi intervensi yang berguna, terutama bagi kelompok profesional yang rentan, seperti pekerja kantoran, pengemudi jarak jauh, atau pelajar yang sering kali terpaksa duduk dalam jangka waktu yang lama. Namun, solusi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan kebutuhan mendasar akan olahraga teratur dan istirahat bergerak (stretching breaks) sebagai strategi utama dalam memerangi gaya hidup sedentari.