Sains

Stasiun Luar Angkasa Internasional: Perayaan 25 Tahun Kelahiran dan 5 Tahun Jelang Kematian.

Ringkasan perayaan 25 tahun ISS sejak 1998 dan hitungan mundur menuju deorbit terkontrol pada Januari 2031. Simbol kerja sama global beralih ke era stasiun komersial.

Jakarta · Wednesday, 05 November 2025 16:00 WITA · Dibaca: 47
Stasiun Luar Angkasa Internasional: Perayaan 25 Tahun Kelahiran dan 5 Tahun Jelang Kematian.

JAKARTA, JClarity – Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), simbol kolaborasi antariksa multinasional, telah melampaui usia peraknya setelah modul pertamanya diluncurkan pada 1998. Perayaan ulang tahun ke-25 ini, yang seharusnya menandai pencapaian terbesar dalam eksplorasi antariksa, kini diiringi oleh hitungan mundur yang semakin cepat: wahana seukuran lapangan sepak bola tersebut dijadwalkan akan mengakhiri masa operasionalnya dalam lima tahun mendatang.

ISS merupakan proyek kolosal antara lima badan antariksa, yakni NASA (AS), Roscosmos (Rusia), Badan Antariksa Eropa (ESA), Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA), dan Badan Antariksa Kanada (CSA). Meskipun modul pertama, 'Zarya', diluncurkan pada 1998, stasiun ini baru dihuni secara berkelanjutan oleh para astronot dan kosmonot sejak November 2000. Selama lebih dari dua dekade, ISS telah menjadi laboratorium permanen di orbit rendah Bumi, menampung lebih dari 280 orang dari 26 negara untuk melakukan penelitian penting dalam mikrogravitasi, mulai dari ilmu material hingga pengujian sistem penunjang kehidupan untuk misi yang lebih jauh ke Bulan dan Mars.

Namun, semua teknologi buatan manusia memiliki batas usia operasional. Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) telah memfinalisasi rencana untuk menghentikan pendanaan dan operasional ISS pada tahun 2030, diikuti dengan proses *deorbit* terkendali pada Januari 2031. Keputusan ini didasari oleh dua faktor utama: usia stasiun yang sudah melebihi perkiraan desain awal 30 tahun dan tingginya biaya pemeliharaan komponen yang menua, termasuk adanya keretakan dan kebocoran mikro yang semakin parah di beberapa modul tua milik Rusia.

Proses *deorbit* akan menjadi manuver yang kompleks dan berisiko tinggi. Karena ukuran ISS yang masif, dengan massa lebih dari 430.000 kg, proses penarikan dari orbit ini harus dilakukan secara terkontrol agar puing-puing yang tersisa setelah terbakar di atmosfer jatuh di wilayah laut yang tidak berpenghuni, kemungkinan besar di 'Point Nemo' di Samudra Pasifik Selatan. NASA bahkan telah menunjuk pesawat antariksa deorbit khusus, kemungkinan berbasis modifikasi kapsul SpaceX Dragon, untuk memberikan dorongan terakhir yang kuat guna memastikan titik jatuh yang aman.

Masa akhir ISS ini juga menandai pergeseran besar menuju era antariksa yang didominasi sektor swasta. NASA kini fokus pada program *Commercial Low Earth Orbit Destinations* (CLD), mendukung pengembangan stasiun luar angkasa komersial untuk menggantikan kapabilitas ISS. Beberapa proyek ambisius telah disiapkan oleh perusahaan-perusahaan swasta, antara lain Starlab (Voyager Space) yang ditargetkan beroperasi pada 2027, Orbital Reef (konsorsium pimpinan Blue Origin dan Sierra Space), dan Haven-2 (Vast Space) yang modul intinya dijadwalkan meluncur pada 2028.

Kehadiran ISS akan dikenang sebagai bukti kemitraan global yang luar biasa dalam sains. Namun, warisan paling besarnya adalah membuka jalan bagi industri swasta untuk mengambil alih keberadaan manusia di orbit rendah Bumi, memastikan kontinuitas eksplorasi sambil membebaskan sumber daya pemerintah untuk fokus pada misi yang lebih dalam, seperti pendaratan di Bulan dan eksplorasi Mars.

Login IG