Sains

Stasiun Luar Angkasa Internasional: Perayaan 25 Tahun Kelahiran dan 5 Tahun Jelang Kematian

ISS rayakan 25 tahun dihuni terus-menerus dan mulai hitung mundur 5 tahun jelang pensiun pada 2030. NASA siap deorbit ISS ke Point Nemo.

Jakarta · Wednesday, 05 November 2025 05:00 WITA · Dibaca: 48
Stasiun Luar Angkasa Internasional: Perayaan 25 Tahun Kelahiran dan 5 Tahun Jelang Kematian

JAKARTA, JClarity – Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), simbol kolaborasi antariksa terbesar dalam sejarah manusia modern, baru saja merayakan seperempat abad keberadaan berkesinambungan di orbit Bumi. Momen perayaan 25 tahun masa huni ini, yang jatuh pada awal November 2025, sekaligus menandai dimulainya hitung mundur lima tahun terakhir menjelang akhir masa operasionalnya yang dijadwalkan pada tahun 2030.

ISS, yang ukurannya sebanding dengan lapangan sepak bola dan berbobot 460 ton, telah menjadi rumah bagi hampir 300 orang dari 26 negara sejak misi Expedition 1 tiba pada 2 November 2000. Sejak itu, pos terdepan permanen di orbit rendah Bumi ini telah menjadi laboratorium unik yang menampung lebih dari 4.000 investigasi ilmiah, menghasilkan kemajuan signifikan dalam ilmu material, bioteknologi, dan pemahaman tentang kehidupan di luar angkasa, yang penting untuk misi eksplorasi manusia jangka panjang ke Bulan dan Mars.

Namun, setelah beroperasi lebih dari dua kali lipat masa pakai yang dirancang, stasiun yang menelan biaya sekitar $150 miliar (sekitar Rp2.460 triliun) ini mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. Untuk itu, Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) bersama mitra internasionalnya, telah menetapkan tenggat waktu akhir operasional pada akhir tahun 2030. Proses pengakhiran akan dilanjutkan dengan manuver pendeorbitan yang dikontrol pada awal 2031.

Rencana deorbitasi (penurunan orbit) yang telah disiapkan NASA melibatkan upaya pengendalian ketat untuk meminimalisir risiko jatuhnya puing-puing ke daerah berpenduduk. Sebagian besar ISS akan terbakar saat masuk kembali ke atmosfer, tetapi sisa-sisa yang lebih besar akan diarahkan untuk jatuh ke Point Nemo, sebuah wilayah terpencil di Samudra Pasifik Selatan yang dikenal sebagai kuburan pesawat luar angkasa. NASA bahkan telah memberikan kontrak kepada SpaceX untuk mengembangkan dan memodifikasi kapsul kargo Dragon yang akan berfungsi sebagai pendorong terakhir untuk memastikan ISS memasuki jalur yang tepat menuju lokasi yang tidak berpenghuni tersebut.

Masa pensiun ISS pada 2030 akan membuka era baru bagi komersialisasi orbit rendah Bumi (LEO). NASA telah mengalokasikan pendanaan dan bekerja sama dengan perusahaan swasta seperti Axiom Space, Blue Origin, Northrop Grumman, dan Starlab untuk mengembangkan Stasiun Tujuan Orbit Rendah Komersial (CLDs). Tujuannya adalah memastikan bahwa tidak ada kekosongan kehadiran manusia dan penelitian di LEO setelah ISS dinonaktifkan. Transisi ini dipandang sebagai langkah penting untuk mengalihkan biaya operasional stasiun ke sektor swasta, memungkinkan NASA untuk lebih fokus pada program eksplorasi luar angkasa yang lebih jauh seperti program Artemis. Dengan demikian, warisan kolaborasi internasional dan penemuan ISS akan dilanjutkan oleh generasi baru pos luar angkasa yang dibangun dan dioperasikan secara komersial.

Login IG