Soal Bahasa Portugis Masuk Kurikulum, Mendikdasmen Angkat Bicara
Mendikdasmen Satrio Adiwicaksono merespons wacana Bahasa Portugis masuk kurikulum nasional, menekankan pentingnya kajian mendalam dan kesiapan sumber daya.
Jakarta, JClarity – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Satrio Adiwicaksono, angkat bicara mengenai wacana yang berkembang pesat terkait masuknya Bahasa Portugis sebagai mata pelajaran pilihan atau muatan lokal dalam kurikulum pendidikan nasional. Wacana ini, yang dipicu oleh usulan dari beberapa pegiat budaya dan anggota Komisi X DPR, mendapatkan respons hati-hati namun terbuka dari pihak kementerian.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (29/10/2025), Mendikdasmen Satrio Adiwicaksono menyatakan bahwa kementerian menyambut baik setiap inisiatif yang bertujuan memperkaya cakrawala pendidikan dan memperkuat ikatan sejarah-budaya bangsa. “Kami mengapresiasi usulan ini, terutama mengingat koneksi historis yang kuat dengan wilayah tertentu di Indonesia, seperti Maluku dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Prof. Satrio.
Namun, Satrio menegaskan bahwa implementasi wacana tersebut tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Pihaknya akan membentuk tim kajian komprehensif untuk menganalisis kesiapan infrastruktur pendidikan, termasuk ketersediaan guru yang kompeten, modul ajar, dan alokasi anggaran yang memadai. “Prinsip kami adalah Kurikulum Merdeka harus fleksibel, namun setiap penambahan substansi harus melalui studi kelayakan yang mendalam, tidak hanya dari aspek kultural, tetapi juga pedagogis dan ekonomis,” tambahnya.
Mendikdasmen menekankan fokus utama kementerian saat ini tetap pada penguatan literasi dan numerasi serta pelestarian bahasa daerah. Bahasa asing, termasuk potensi Bahasa Portugis, akan dipertimbangkan sebagai bagian dari program perluasan wawasan global dan hanya akan diterapkan secara bertahap, kemungkinan melalui program rintisan (pilot project) di daerah-daerah yang memiliki permintaan tinggi atau relevansi sejarah yang kuat. Keputusan final diharapkan akan keluar setelah tim kajian menyelesaikan laporannya pada akhir kuartal pertama tahun depan.