Pendidikan

Skema Baru SNPMB 2026: Semua Jurusan Wajib Tes Wawancara Khusus, Pendidikan Karakter Jadi Penentu Kelulusan

Kemendikbudristek umumkan skema baru SNPMB 2026: Semua jurusan wajib tes wawancara khusus, menjadikan Pendidikan Karakter sebagai penentu utama kelulusan.

Jakarta · Wednesday, 03 December 2025 02:00 WITA · Dibaca: 26
Skema Baru SNPMB 2026: Semua Jurusan Wajib Tes Wawancara Khusus, Pendidikan Karakter Jadi Penentu Kelulusan

Jakarta, JClarity – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara resmi mengumumkan skema Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 yang akan menandai pergeseran paradigma fundamental dalam penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Perubahan paling krusial adalah kewajiban Tes Wawancara Khusus bagi semua calon mahasiswa dari berbagai jalur seleksi, serta penetapan Pendidikan Karakter sebagai elemen penentu kelulusan utama.

Pengumuman ini disampaikan oleh Ketua Pelaksana SNPMB, Prof. Dr. Budi Santoso, di Jakarta. Menurutnya, langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan mendesak industri dan masyarakat akan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan non-teknis (soft skills) yang mumpuni. “Mulai tahun 2026, nilai akademik saja tidak lagi menjadi jaminan. Kami ingin memastikan setiap mahasiswa baru memiliki kesiapan mental dan karakter yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan budaya bangsa,” ujar Prof. Budi.

Tes Wawancara Khusus yang akan diimplementasikan bersifat komprehensif, mencakup penilaian mendalam terhadap kemampuan penalaran, pemecahan masalah (problem-solving), komunikasi, serta jejak rekam kepemimpinan dan kontribusi sosial calon mahasiswa. Materi wawancara ini dirancang khusus dan berbeda dengan wawancara pada jurusan tertentu yang sudah ada sebelumnya, karena kini menjadi elemen wajib bagi semua jurusan, termasuk rumpun Saintek dan Soshum.

Lebih lanjut, skema baru menempatkan indikator Pendidikan Karakter sebagai penentu mutlak kelulusan. Penilaian karakter akan dikumpulkan melalui berbagai instrumen, termasuk portofolio kegiatan ekstrakurikuler, surat rekomendasi dari sekolah yang mencerminkan integritas dan etika, serta hasil observasi selama proses wawancara. Calon mahasiswa yang terbukti memiliki catatan pelanggaran berat terhadap tata tertib atau kode etik selama di sekolah, meskipun memiliki nilai Tes Potensi Skolastik (TPS) tinggi, berisiko besar tidak lolos seleksi.

Kebijakan ini merupakan bagian integral dari implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembentukan Profil Pelajar Pancasila. Kemendikbudristek berharap, dengan adanya penekanan ini, PTN di Indonesia dapat menghasilkan generasi emas yang berdaya saing global namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa. Sosialisasi dan pelatihan intensif bagi tim seleksi di setiap PTN akan segera dilakukan untuk menjamin standardisasi dan objektivitas dalam pelaksanaan wawancara dan penilaian karakter pada SNPMB 2026 mendatang.

Login IG