Pendidikan

Siswa Soroti Sistem dan Waktu Pelaksanaan TKA: Rasanya Mengganjal

Siswa melalui Jaringan Siswa Nasional soroti sistem dan waktu pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) seleksi PTN, menyebutnya 'mengganjal' dan minim sosialisasi. Mereka menuntut Kemendikbudristek tinjau ulang jadwal dan bobot materi tes.

Jakarta · Friday, 07 November 2025 22:00 WITA · Dibaca: 35
Siswa Soroti Sistem dan Waktu Pelaksanaan TKA: Rasanya Mengganjal

Jakarta, JClarity – Sejumlah perwakilan siswa dari berbagai daerah menyuarakan keprihatinan mendalam terkait sistem dan waktu pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam skema seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) terbaru. Keresahan ini muncul di tengah berlangsungnya tahapan persiapan ujian nasional dan seleksi, di mana perubahan kebijakan yang cepat dirasakan membebani para calon mahasiswa.

Koordinator Jaringan Siswa Nasional (JSN), Bima Setyawan (nama samaran untuk keperluan simulasi), dalam konferensi pers virtual hari ini, menyatakan bahwa sistem asesmen akademik saat ini, yang fokus pada tes potensi skolastik dan literasi, terasa 'mengganjal' karena dinilai kurang memberikan kejelasan bagi siswa yang telah fokus pada bidang studi spesifik di sekolah. "Perubahan dari TKA berbasis mata pelajaran spesifik ke tes yang lebih umum memang bertujuan baik, tetapi pelaksanaannya terkesan terburu-buru. Rasanya mengganjal karena kami merasa persiapan intensif selama tiga tahun di sekolah tidak sepenuhnya terakomodasi dalam bobot penilaian," ujar Bima, menyoroti transisi dari sistem lama ke Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) saat ini.

Sorotan tajam lainnya ditujukan pada penetapan jadwal dan waktu pelaksanaan tes. Menurut JSN, penentuan waktu tes seringkali berbenturan dengan agenda sekolah dan menyisakan waktu persiapan yang minim, terutama bagi siswa di daerah yang memiliki akses terbatas terhadap informasi dan bimbingan belajar yang memadai. Mereka juga menyoroti jadwal pengumuman hasil yang mepet dengan proses pendaftaran ulang dan bahkan ujian mandiri PTN, sehingga menimbulkan tekanan psikologis berlebihan pada siswa.

"Kami meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk segera meninjau ulang kalender akademik dan sistem asesmen ini. Sosialisasi harusnya dilakukan jauh lebih awal dan terperinci, bukan di menit-menit terakhir. Keadilan dalam akses informasi dan waktu persiapan adalah hak fundamental bagi setiap siswa," tambah perwakilan JSN dari Jawa Barat.

Para siswa berharap agar Kemendikbudristek melalui Badan Pengelola Pengujian Pendidikan (BP3) dapat membuka ruang dialog yang konstruktif dengan perwakilan siswa dan guru. Tuntutan mereka mencakup revisi jadwal yang lebih proporsional, serta kejelasan yang lebih baik mengenai bobot materi tes agar selaras dengan kurikulum sekolah, demi menjamin proses seleksi yang lebih adil dan minim kecemasan.

Login IG