Pendidikan

Siswa SD di Pekanbaru Tewas Diduga karena "Bullying", Keluarga Bantah Ada Riwayat Sakit Jantung.

Siswa SD Pekanbaru inisial MAR tewas diduga korban bullying di sekolah. Keluarga bantah tegas riwayat sakit jantung bawaan, mendesak investigasi menyeluruh.

Pekanbaru, Riau · Tuesday, 25 November 2025 02:00 WITA · Dibaca: 30
Siswa SD di Pekanbaru Tewas Diduga karena "Bullying", Keluarga Bantah Ada Riwayat Sakit Jantung.

Pekanbaru, JClarity – Seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 108 Pekanbaru berinisial MAR (13) meninggal dunia pada Minggu (23/11/2025) dini hari. Kematian tragis murid kelas VI tersebut diduga kuat merupakan dampak dari serangkaian aksi perundungan atau bullying yang dialaminya di lingkungan sekolah. Dugaan ini mengemuka seiring bantahan tegas dari pihak kuasa hukum keluarga terkait adanya riwayat penyakit jantung bawaan pada korban, yang sebelumnya sempat diungkap oleh sejumlah pihak.

Kuasa hukum keluarga korban, Suroto, membantah keras pernyataan yang menyebut MAR memiliki riwayat sakit jantung sebelum insiden perundungan. "Penjelasan dari pemerintah itu kami bantah, itu tidak benar. Korban tidak ada riwayat sakit jantung sebelum kejadian dugaan bullying itu," ujar Suroto pada Senin (24/11). Ia menjelaskan, meskipun pernah dirawat sepekan pada Oktober 2025 akibat dipukul di bagian dada, dan saat itu pihak rumah sakit sempat menyebut adanya gangguan pada jantung, keluarga memastikan korban tidak memiliki riwayat penyakit tersebut sebelumnya.

Peristiwa yang diduga memperburuk kondisi korban terjadi pada Kamis (13/11/2025). Menurut keterangan keluarga, MAR ditendang di bagian kepala oleh teman sekelasnya berinisial FT saat kegiatan belajar kelompok. Insiden ini sempat dilaporkan kepada wali kelas, namun hanya ditanggapi dengan ucapan singkat. Setelah kejadian itu, kondisi MAR memburuk, mengalami kelumpuhan, dan akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah. Dugaan perundungan ini bukan yang pertama, karena pada Oktober 2025 korban juga pernah dipukul di bagian dada oleh murid lain berinisial SM hingga harus dirawat di rumah sakit.

Menyikapi kasus ini, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru telah bergerak cepat dengan menurunkan Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta konselor untuk melakukan penyelidikan dan pendampingan. Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra, mengonfirmasi pihaknya mendalami dua insiden perundungan yang dialami korban. Selain itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru juga membentuk tim investigasi untuk menelusuri secara mendalam rangkaian peristiwa dan penyebab pasti kematian MAR. Plt Kepala Disdik Pekanbaru, Masykur Tarmizi, menyatakan pihaknya akan mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menunggu hasil medis.

Meskipun pihak keluarga korban belum membuat laporan resmi kepada kepolisian per Senin (24/11), proses penyelidikan tetap berjalan. Kuasa hukum keluarga berharap ada itikad baik dari pihak orang tua terduga pelaku. Kasus ini telah menarik perhatian serius dari Pemerintah Kota Pekanbaru, yang berjanji akan mengungkap semua informasi secara transparan demi keadilan dan sebagai evaluasi menyeluruh terhadap sistem pencegahan perundungan di sekolah.

Login IG