Pendidikan

Siswa Live TikTok Saat TKA, Pakar Pendidikan: Momen Serius Jadi Ajang Eksistensi.

Seorang siswa kedapatan live TikTok saat TKA, memicu keprihatinan pakar pendidikan. Momen serius dinilai jadi ajang eksistensi. Tuntut pengawasan digital ketat.

JAKARTA · Sunday, 09 November 2025 07:00 WITA · Dibaca: 50
Siswa Live TikTok Saat TKA, Pakar Pendidikan: Momen Serius Jadi Ajang Eksistensi.

JAKARTA, JClarity – Sebuah insiden yang melibatkan seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) melakukan siaran langsung (live streaming) di platform media sosial TikTok saat mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) telah menuai sorotan tajam dari publik dan dunia pendidikan. Aksi yang viral tersebut disinyalir terjadi baru-baru ini dan menimbulkan perdebatan serius mengenai integritas akademik di era digital.

Video pendek yang beredar menunjukkan siswa tersebut diduga berinteraksi dengan pengikutnya di TikTok sambil memperlihatkan sebagian lembar soal ujian. Tindakan ini, yang berpotensi melanggar kode etik dan integritas pelaksanaan ujian, memicu kekhawatiran bahwa momen krusial evaluasi pendidikan kini telah terdistorsi oleh tuntutan 'eksistensi' di ruang maya.

Menanggapi fenomena ini, Pakar Pendidikan dari Universitas Pelita Bangsa, Dr. Arya Setiawan, M.Ed., menyatakan keprihatinannya. "Ini adalah manifestasi nyata dari pergeseran nilai di kalangan generasi muda, di mana batas antara ruang privat dan ruang publik kian kabur. Momen serius yang seharusnya dipenuhi konsentrasi dan kejujuran, seperti TKA, justru dijadikan 'ajang eksistensi' atau pencarian validasi berupa jumlah penonton dan interaksi," ujar Dr. Arya kepada JClarity.

Menurutnya, dorongan untuk menjadi viral (FOMO—Fear of Missing Out on content creation) telah mengalahkan kesadaran akan tanggung jawab dan konsekuensi akademik. "Tindakan ini tidak hanya mengancam kredibilitas hasil ujian siswa itu sendiri, tetapi juga merusak iklim akademik secara keseluruhan. Ini menunjukkan rendahnya literasi digital dan etika bermedia sosial dalam konteks pendidikan," tambahnya.

Lebih lanjut, insiden ini mendesak pihak sekolah dan Kementerian Pendidikan untuk tidak hanya memberikan sanksi tegas kepada pelaku—sebagai efek jera—tetapi juga memperkuat kebijakan pengawasan digital dan edukasi karakter. Penggunaan gawai secara ketat harus diatur, terutama dalam lingkungan ujian berstandar tinggi.

Dr. Arya menyimpulkan bahwa kasus live TikTok saat TKA ini merupakan alarm bagi sistem pendidikan Indonesia. "Kita perlu meninjau ulang kurikulum yang tidak hanya fokus pada kecerdasan kognitif, tetapi juga pada etika digital dan integritas. Tanpa intervensi yang kuat, kita berisiko melihat momen-momen pendidikan krusial lainnya terus tergerus demi konten dan popularitas instan," pungkasnya, menyerukan perlunya restorasi keseriusan dalam setiap tahapan proses belajar mengajar.

Login IG