Keuangan

Simpanan di Atas Rp 5 Miliar Naik, Orang Kaya Mulai Tempatkan Uang di Indonesia?

Simpanan bank di atas Rp 5 Miliar melonjak 16,24% (yoy) per Sep 2025. LPS menyebut dorongan korporasi, sementara perbankan melihat indikasi dana 'orang kaya' kembali ke Indonesia.

Jakarta · Friday, 14 November 2025 09:00 WITA · Dibaca: 46
Simpanan di Atas Rp 5 Miliar Naik, Orang Kaya Mulai Tempatkan Uang di Indonesia?

JAKARTA, JClarity – Simpanan masyarakat di perbankan nasional pada kategori nominal jumbo, yakni di atas Rp 5 miliar, kembali mencatatkan pertumbuhan signifikan. Fenomena ini memicu pertanyaan mengenai pergeseran perilaku High-Net-Worth Individuals (HNWI) atau ‘orang kaya’ Indonesia, apakah mereka mulai lebih memilih menempatkan dananya di dalam negeri.

Data terbaru dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan bahwa simpanan nasabah dengan nominal di atas Rp 5 miliar tumbuh mencapai 16,24 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga September 2025. Kenaikan ini tergolong yang tertinggi dalam dua tahun terakhir. Secara total, nilai simpanan pada kelompok ini telah menembus angka Rp 5.462 triliun per September 2025. Jumlah ini menempatkan segmen di atas Rp 5 miliar sebagai porsi terbesar dari total simpanan yang dihimpun perbankan umum, mencakup lebih dari 50% dari keseluruhan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menjelaskan bahwa lonjakan pertumbuhan dana jumbo ini didorong oleh membaiknya kinerja sejumlah korporasi dan peningkatan aktivitas investasi. Menurut LPS, dana ini banyak berasal dari korporasi yang sedang mempersiapkan ekspansi bisnis. Kinerja positif beberapa sektor usaha disebut menjadi penyokong utama terhadap peningkatan DPK di segmen nominal besar tersebut.

Namun, pihak perbankan memiliki pandangan tambahan terkait tren jangka panjang. Beberapa bank swasta dan BUMN mencatat bahwa tren nasabah kaya, baik dari sisi jumlah nasabah maupun dana kelolaan, menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Ini diyakini sebagai indikator bahwa banyak individu berharta tinggi yang sebelumnya menempatkan dananya di luar negeri, kini mulai beralih secara bertahap ke perbankan domestik, atau mengalihkannya ke instrumen pasar modal seperti saham dan obligasi di Indonesia.

Data historis memperkuat dugaan tersebut, di mana nilai simpanan nasabah di atas Rp 5 miliar telah meningkat sekitar 36 persen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Kecenderungan ini juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah individu Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI) di Indonesia. Kepercayaan domestik yang meningkat, didukung oleh stabilitas sistem keuangan yang terjaga baik, dinilai lebih menarik dibandingkan risiko dan ketidakpastian ekonomi global. Kendati demikian, LPS terus mengamati dinamika DPK, termasuk adanya perlambatan pertumbuhan pada simpanan di bawah Rp 100 juta, yang mengindikasikan bahwa perbaikan ekonomi belum merata sepenuhnya di semua lapisan masyarakat.

Login IG