Sains

Siklon Tropis Fina Terbentuk di Laut Arafuru, BMKG Peringatkan Dampak Cuaca Ekstrem di Maluku dan NTT.

BMKG umumkan Siklon Tropis Fina terbentuk di Laut Arafuru dengan angin 75 km/jam. Peringatan dini cuaca ekstrem, hujan lebat, dan gelombang tinggi di Maluku & NTT.

JAKARTA · Thursday, 20 November 2025 05:00 WITA · Dibaca: 26
Siklon Tropis Fina Terbentuk di Laut Arafuru, BMKG Peringatkan Dampak Cuaca Ekstrem di Maluku dan NTT.

JAKARTA, JClarity – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengumumkan pembentukan Siklon Tropis FINA di perairan Laut Arafuru, terhitung sejak Rabu dinihari (19/11/2025). Pembentukan sistem bertekanan rendah ini mendorong BMKG mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang signifikan, khususnya di wilayah Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Siklon Tropis FINA berevolusi dari Bibit Siklon Tropis 97S dan mencapai intensitas siklon pada 19 November 2025, pukul 01.00 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, pusat Siklon FINA saat ini berada di Laut Arafuru, tepatnya pada koordinat 9.7 derajat Lintang Selatan dan 131.6 derajat Bujur Timur, sekitar 465 kilometer sebelah selatan barat daya Kepulauan Banda. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa sistem ini tercatat dalam Kategori 1, dengan kecepatan angin maksimum sekitar 40 knots (75 km/jam) dan tekanan minimum 993 hPa.

“Pertumbuhan yang cepat ini mendorong kami untuk segera mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi dampak cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat hingga sangat lebat serta gelombang laut kategori berbahaya, di wilayah Maluku dan Nusa Tenggara Timur,” ujar Guswanto dalam keterangan tertulis yang diterima JClarity.

BMKG memperkirakan Siklon Tropis FINA akan terus menguat dalam 24 jam ke depan, dengan kecepatan angin maksimum diprediksi mencapai 55 knots (100 km/jam), berpotensi menaikkan statusnya menjadi Kategori 2. FINA terpantau bergerak ke arah Timur–Timur Laut dengan kecepatan 4 knots (8 km/jam), dan posisinya diperkirakan tetap berada di Laut Arafuru tenggara Pulau Tanimbar.

Dampak langsung dari siklon ini diprediksi berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang di beberapa wilayah. Daerah yang paling berpotensi terdampak adalah Kabupaten Maluku Barat Daya, Kepulauan Tanimbar, dan Kepulauan Aru di Maluku. Sementara itu, wilayah NTT diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, meski dampak langsung terhadap wilayah daratan utama NTT dinilai minim karena jaraknya yang cukup jauh.

Selain itu, sektor maritim menjadi fokus utama peringatan. BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi kategori berbahaya, yakni setinggi 2,5 hingga 4,0 meter di Laut Arafuru bagian barat dan tengah. Gelombang sedang hingga tinggi (1,25–2,5 meter) juga berpotensi terjadi di Perairan Selatan NTT, Laut Sawu, Perairan Kepulauan Leti hingga Kepulauan Tanimbar, serta Laut Banda.

Menyikapi perkembangan ini, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengimbau seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah terdampak untuk meningkatkan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan. “Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, serta kerusakan yang diakibatkan oleh angin kencang dan gelombang tinggi,” tegas Andri.

Login IG