Setengah Abad Menjelajah Antariksa, Voyager 1 Bakal Berjarak Satu Hari Cahaya dari Bumi.
Voyager 1, wahana antariksa terjauh, akan mencapai jarak satu hari cahaya (25,9 miliar km) dari Bumi pada November 2026, mendekati usia 50 tahun.
JAKARTA, JClarity – Wahana antariksa tak berawak milik NASA, Voyager 1, yang merupakan objek buatan manusia paling jauh dari Bumi, akan segera mencapai tonggak sejarah (milestone) baru: berjarak satu hari cahaya (One Light-Day) dari planet asal. Setelah menjelajah selama hampir 48 tahun, perjalanan epik ini membawa wahana tersebut mendekati usia setengah abad.
Menurut perhitungan para ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, Voyager 1 diperkirakan akan mencapai jarak sekitar 25,9 miliar kilometer dari Bumi pada November 2026, yang secara definisi setara dengan satu hari cahaya. Pada titik tersebut, sinyal radio yang dikirim dari Bumi akan membutuhkan waktu tepat 24 jam untuk mencapai wahana tersebut, dan waktu tunda komunikasi total (pergi-pulang) akan mencapai 48 jam. Saat ini, per November 2025, wahana yang berjarak sekitar 25,3 miliar kilometer (169.27 AU) dari Bumi ini telah memiliki waktu tunda sinyal satu arah sekitar 23 jam 31 menit.
Voyager 1 diluncurkan pada 5 September 1977, sebagai bagian dari program untuk mempelajari Tata Surya luar. Setelah menyelesaikan misi utama dengan melintasi Jupiter dan Saturnus, wahana tersebut terus melaju hingga secara resmi memasuki Ruang Antarbintang (Interstellar Space) pada Agustus 2012, menjadikannya objek buatan manusia pertama yang mencapai batas tersebut.
Pencapaian bersejarah ini datang setelah Voyager 1 melalui krisis teknis yang signifikan. Mulai akhir 2023, wahana tersebut mengalami kerusakan memori pada sistem data penerbangannya (*Flight Data Subsystem* - FDS), yang menyebabkan transmisi data ilmiah yang tidak dapat diuraikan. Berkat kecerdikan tim insinyur JPL NASA, masalah tersebut berhasil diatasi dari jarak miliaran kilometer dengan mengembangkan dan mengirimkan perintah untuk memindahkan kode yang rusak ke lokasi memori yang berfungsi. Keberhasilan perbaikan ini—dengan setiap perintah memerlukan waktu balasan hampir dua hari—memungkinkan Voyager 1 kembali mengirimkan data ilmiah yang berharga mengenai lingkungan antarbintang per pertengahan 2024.
Meskipun menghadapi kendala daya yang semakin berkurang dari generator termoelektrik radioisotop (RTG) yang diperkirakan akan habis pada awal hingga pertengahan tahun 2030-an, Voyager 1 akan terus bergerak menjauh dari Bumi. Misi ini tidak hanya sekadar penjelajahan fisika, tetapi juga mewakili jangkauan terjauh peradaban manusia, membawa serta Golden Record, sebuah kapsul waktu berisi suara dan gambar kehidupan di Bumi yang ditujukan bagi peradaban asing mana pun yang mungkin menemukannya di masa depan.