Sains

Setelah 100 Tahun, Dinosaurus 'Paruh Bebek' di New Mexico Dikonfirmasi sebagai Spesies Baru

Fosil dinosaurus 'paruh bebek' raksasa di New Mexico, yang salah diidentifikasi selama hampir 100 tahun, resmi dikukuhkan sebagai spesies baru: Ahshislesaurus wimani.

Jakarta · Wednesday, 12 November 2025 15:00 WITA · Dibaca: 50
Setelah 100 Tahun, Dinosaurus 'Paruh Bebek' di New Mexico Dikonfirmasi sebagai Spesies Baru

JAKARTA, JClarity – Sebuah fosil dinosaurus 'paruh bebek' raksasa yang tersimpan dan salah diklasifikasikan selama hampir 100 tahun di Museum New Mexico akhirnya secara resmi dikukuhkan sebagai spesies baru. Penemuan ini, yang menyoroti keragaman ekosistem di Amerika Utara selama periode Kapur Akhir, telah memicu kegembiraan di kalangan komunitas paleontologi internasional.

Dinosaurus herbivora besar ini, yang diberi nama ilmiah Ahshislesaurus wimani, diperkirakan hidup sekitar 75 juta tahun yang lalu. Fosilnya, yang mencakup tulang tengkorak dan bagian rahang, pertama kali ditemukan pada tahun 1916 di Ah-shi-sle-pah Wilderness Study Area, San Juan County, New Mexico. Selama puluhan tahun, sisa-sisa tulang ini keliru diklasifikasikan sebagai milik spesies Kritosaurus navajovius.

Analisis ulang yang cermat, dipimpin oleh Dr. Spencer G. Lucas, Kurator Paleontologi di New Mexico Museum of Natural History and Science (NMMNHS), bersama tim peneliti dari lima institusi di dua negara, berhasil mengoreksi catatan tersebut. Studi yang dipublikasikan dalam Bulletin of the New Mexico Museum of Natural History and Science (Bulletin 101) tersebut mengungkapkan adanya perbedaan utama dalam fitur tengkorak dan rahang yang membedakan Ahshislesaurus wimani dari hadrosaurus lainnya.

Menurut penelitian, Ahshislesaurus wimani adalah hadrosaurus besar, atau dinosaurus berparuh bebek, yang ukurannya diperkirakan mencapai lebih dari 10 meter (35 kaki) panjangnya dan memiliki berat sekitar sembilan ton. Spesies ini termasuk dalam subkelompok Saurolophinae, hadrosaurus yang tidak memiliki jambul berongga tinggi seperti kerabatnya yang lebih flamboyan, melainkan memiliki profil kepala yang datar dan struktur rahang yang kokoh, dioptimalkan untuk mengunyah secara intensif.

Penamaan Ahshislesaurus wimani diambil dari lokasi penemuannya, Ah-shi-sle-pah, dan untuk menghormati Carl Wiman, paleontolog pertama yang bekerja pada fosil dari San Juan Basin. Dr. Anthony Fiorillo, Direktur Eksekutif NMMNHS dan salah satu penulis pendamping studi tersebut, menyatakan bahwa penemuan ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan adalah sebuah komunitas yang membangun penelitian yang telah dimulai hampir satu abad yang lalu, dan memajukan pemahaman tentang kondisi negara bagian New Mexico selama periode Kapur Akhir.

Login IG