Pendidikan

Sekolah Rakyat Wujudkan Mimpi Anak Putus Sekolah di Indramayu

Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 40 di Indramayu resmi dimulai, wujudkan mimpi 100 anak putus sekolah dari keluarga miskin untuk dapatkan pendidikan gratis, asrama, dan bekal masa depan. Dihadiri Mensos Gus Ipul. (159 karakter)

Indramayu · Tuesday, 30 September 2025 12:00 WITA · Dibaca: 56
Sekolah Rakyat Wujudkan Mimpi Anak Putus Sekolah di Indramayu

INDRAMAYU, JClarity – Mimpi ratusan anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, untuk kembali mengenyam pendidikan formal kini menemukan jalannya melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 40. Program yang diinisiasi oleh pemerintah pusat ini hadir sebagai solusi terpadu untuk memutus rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan asrama gratis bagi anak-anak yang belum sekolah, tidak sekolah, atau putus sekolah.

Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, memastikan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 di Indramayu akan mulai beroperasi pada akhir bulan ini, dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan pada 2 Oktober 2025. Dalam tahap awal, sekolah ini menampung 100 calon siswa, terdiri dari 50 murid jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 50 murid Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Dalam dialog yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Indramayu pada Senin (29/9/2025), Gus Ipul menyampaikan komitmen penuh pemerintah. Ia menegaskan, SRT hadir tanpa seleksi akademik, melainkan hanya verifikasi administrasi untuk memastikan bahwa penerima adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu. Salah satu kisah mengharukan datang dari Narsila Anandia (13), seorang anak putus sekolah yang cita-citanya menjadi dokter sempat terkendala biaya, kini mendapat harapan baru.

Program ini menawarkan fasilitas pendidikan yang komprehensif. Selain pembelajaran formal di pagi hari, siswa juga akan mendapatkan pendidikan karakter dan agama di malam hari, serta berbagai fasilitas lengkap seperti asrama, makan tiga kali sehari dan dua kali kudapan bergizi, delapan set seragam, hingga laptop yang disediakan Presiden. Pemeriksaan kesehatan awal terhadap para calon siswa menemukan bahwa sebagian besar mengalami masalah gizi buruk, anemia, dan masalah gigi, yang segera ditangani sebagai bagian dari program terintegrasi ini.

Tidak hanya fokus pada anak-anak, program Sekolah Rakyat juga mencakup pemberdayaan orang tua. Para orang tua akan didampingi dan dilatih keterampilan agar dapat mandiri secara ekonomi dalam kurun waktu maksimal lima tahun, sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial. Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan gedung sekolah permanen, yang ditargetkan dapat menampung 100 siswa per angkatan di setiap jenjang (SD, SMP, dan SMA) dan diharapkan dapat digunakan pada tahun ajaran 2026.

Gus Ipul berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi dapat menampung lebih dari 300 siswa untuk setiap jenjang di masa mendatang. Sekolah ini juga akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pemetaan minat dan bakat siswa, memastikan mereka dibimbing hingga perguruan tinggi dan diarahkan menuju dunia kerja, demi menciptakan generasi Indramayu yang cerdas dan berdaya saing.

Login IG