Sains

Sampah Rokok Diubah Jadi Aspal Tahan Retak, Temuan Ilmuwan Ini Bikin Takjub!

Ilmuwan Spanyol-Italia mengubah limbah puntung rokok beracun menjadi pelet aditif untuk aspal yang enam kali lebih tahan retak. Solusi ganda untuk limbah dan infrastruktur.

JAKARTA · Thursday, 30 October 2025 17:00 WITA · Dibaca: 104
Sampah Rokok Diubah Jadi Aspal Tahan Retak, Temuan Ilmuwan Ini Bikin Takjub!

JAKARTA, JClarity – Sebuah terobosan ilmiah yang menakjubkan telah ditemukan untuk mengubah salah satu sampah paling beracun dan paling banyak di dunia, yaitu puntung rokok, menjadi bahan penguat aspal jalan raya yang diklaim jauh lebih tahan retak dan ramah lingkungan. Inovasi ini menawarkan solusi ganda: mengatasi masalah limbah rokok global sekaligus menciptakan infrastruktur jalan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Temuan mutakhir ini merupakan hasil kolaborasi tim peneliti dari University of Granada, Spanyol, dan University of Bologna, Italia. Para ilmuwan berhasil mengolah filter puntung rokok—terutama dari rokok konvensional maupun rokok elektrik yang kaya serat selulosa dan plastik PLA—menjadi pelet khusus yang dilapisi lilin pengikat.

Metode yang dipublikasikan dalam jurnal Construction and Building Materials ini, melibatkan pencampuran pelet tersebut dengan aspal bekas (Reclaimed Asphalt Pavement/RAP) dan kemudian aspal segar. Ketika dicampur dengan bitumen panas, lilin akan meleleh dan melepaskan serat dari puntung rokok. Serat-serat ini berfungsi sebagai agen penguat yang memperkuat matriks aspal.

Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa aspal yang ditambahkan pelet limbah rokok ini memiliki ketahanan retak enam kali lebih tinggi dibandingkan campuran biasa, serta meningkatkan fleksibilitas dan daya tahan terhadap beban lalu lintas dan perubahan suhu. Selain keunggulan struktural, penggunaan lilin dalam prosesnya juga membantu mengurangi suhu manufaktur yang diperlukan, yang pada gilirannya menghemat energi dan memotong emisi gas rumah kaca.

Secara lingkungan, inovasi ini sangat krusial. World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 4,5 triliun puntung rokok dibuang setiap tahun, dan angka ini diprediksi naik hingga 9 triliun pada tahun 2025. Limbah beracun ini mengandung logam berat, nikotin, dan zat kimia berbahaya lainnya yang dapat meresap ke dalam tanah dan air. Dengan mengintegrasikannya ke dalam aspal, risiko pencemaran dapat diatasi secara signifikan, mengubah masalah lingkungan menjadi bahan baku fungsional.

Di Indonesia, yang menghadapi darurat limbah puntung rokok dan masih bergantung pada impor aspal, teknologi ini menawarkan potensi besar. Penerapan inovasi semacam ini—serupa dengan yang telah diinisiasi oleh beberapa mahasiswa Indonesia seperti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)—dapat menjadi kunci untuk mewujudkan ekonomi sirkular di sektor infrastruktur, sekaligus memperbaiki kualitas jalan-jalan yang rusak secara lebih efisien dan ramah lingkungan.

Login IG