Sains Kalahkan Virus: WHO Resmi Nyatakan Kejadian Luar Biasa Polio Indonesia Berakhir
WHO resmi menutup status Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di Indonesia pada 19 November 2025. Hampir 60 juta dosis imunisasi disalurkan sebagai respons.
JAKARTA, JClarity – Babak baru dalam sejarah kesehatan masyarakat Indonesia terukir setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menutup status Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio Tipe 2 di Indonesia pada 19 November 2025. Pengumuman resmi oleh Kementerian Kesehatan pada hari ini, 21 November 2025, menandai kemenangan signifikan sains dan kolaborasi nasional dalam menghentikan penyebaran virus polio yang sempat kembali menghantui anak-anak Indonesia sejak akhir 2022.
KLB Polio ini dimulai pada Oktober 2022, dengan kasus pertama dilaporkan dari Aceh, dan kemudian menyebar ke sejumlah provinsi lain, termasuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Kasus terakhir dari virus polio tipe 2 turunan vaksin (cVDPV2) yang terkonfirmasi tercatat di Papua Selatan pada 27 Juni 2024. Sejak saat itu, tidak ditemukan lagi adanya virus polio pada anak-anak maupun di lingkungan hingga pernyataan penutupan KLB ini.
Pemerintah Indonesia, berkolaborasi erat dengan WHO dan mitra internasional, meluncurkan respons masif yang mencakup dua putaran imunisasi tambahan polio menggunakan vaksin novel Oral Polio Vaccine tipe 2 (nOPV2). Upaya ini berhasil menyalurkan hampir 60 juta dosis imunisasi tambahan kepada anak-anak di wilayah terdampak.
Keberhasilan menghentikan transmisi virus ini tidak hanya bergantung pada respons imunisasi darurat, tetapi juga pada penguatan program imunisasi rutin. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya peningkatan cakupan vaksin Polio Inaktif (IPV) dosis kedua, dari 63% pada tahun 2023 menjadi 73% pada tahun 2024. Peningkatan ini didukung dengan inisiasi penggunaan vaksin heksavalen yang menggabungkan IPV dengan perlindungan DPT-HB-Hib dalam satu suntikan, memberikan perlindungan terhadap enam penyakit sekaligus.
Juru bicara Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari dedikasi luar biasa tenaga kesehatan, komitmen kuat dari orang tua untuk mengimunisasi anak-anak mereka, serta dukungan penuh dari seluruh anggota masyarakat dan mitra kesehatan. Meskipun KLB telah berakhir, pemerintah menekankan pentingnya untuk terus bekerja keras memastikan setiap anak menerima imunisasi polio lengkap agar virus mematikan ini tidak kembali.