Keuangan

Rupiah Unjuk Gigi ke Rp16.602 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah ditutup menguat signifikan ke Rp16.602 per Dolar AS pada Jumat sore (24/10/2025). Kinerja mata uang Garuda didukung stabilitas makro domestik dan sentimen global.

JAKARTA · Saturday, 25 October 2025 12:00 WITA · Dibaca: 61
Rupiah Unjuk Gigi ke Rp16.602 per Dolar AS Sore Ini

JAKARTA, JClarity – Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan akhir pekan dengan kinerja impresif, menunjukkan penguatan signifikan pada Jumat sore. Berdasarkan data perdagangan spot, Rupiah berhasil 'unjuk gigi' dan ditutup pada level Rp16.602 per Dolar AS.

Mata uang Garuda tersebut mencatatkan apresiasi sebesar 27 poin atau setara 0,16% dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya yang berada di level Rp16.629 per Dolar AS. Penguatan ini menjadikan Rupiah sebagai mata uang dengan kenaikan terbesar di kawasan Asia pada sore hari itu.

Menurut analis pasar, penguatan Rupiah ini didorong oleh sentimen positif dari faktor internal dan eksternal. Secara domestik, investor merespons positif stabilitas makroekonomi Indonesia yang dinilai masih terjaga. Indikator-indikator seperti inflasi yang terkendali dan cadangan devisa yang memadai, meskipun mengalami penyusutan menjadi US$148,7 miliar per September 2025, menjadi faktor pendukung utama di tengah gejolak global.

Selain itu, data Bank Indonesia (BI) yang mencatat pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) yang tumbuh lebih tinggi pada September 2025, yakni sebesar 8,0% (yoy), juga turut memperkuat kinerja Rupiah.

Dari sisi eksternal, sentimen global yang hati-hati menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan September, serta harapan mencairnya ketegangan perdagangan menyusul rencana pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, memberikan angin segar bagi mata uang Asia, termasuk Rupiah. Di tengah tren penguatan mayoritas mata uang Asia, Rupiah memimpin kenaikan, mengungguli Rupee India dan Ringgit Malaysia.

Sementara itu, pergerakan di pasar uang antarbank dalam negeri yang diukur melalui Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan tren penguatan. Rupiah JISDOR tercatat menguat ke level Rp16.630 per Dolar AS dari sebelumnya Rp16.645 per Dolar AS. Kendati demikian, para pengamat memperingatkan bahwa ruang penguatan Rupiah ke depan mungkin masih terbatas, selama Dolar AS tetap ditopang oleh imbal hasil obligasi yang tinggi dan kebijakan moneter Federal Reserve yang belum menunjukkan perubahan arah signifikan.

Login IG