Rupiah 'Nyalip' Dolar AS! Tembus Rp 15.500, Ini Sektor Paling Diuntungkan Hari Ini.
Rupiah hari ini tembus Rp 15.500 dan mencapai Rp 15.480 per Dolar AS. Sektor Farmasi dan Manufaktur impor paling diuntungkan dari penguatan nilai tukar ini.
Jakarta, JClarity – Nilai tukar Rupiah menunjukkan performa gemilang pada perdagangan hari ini, berhasil ‘menyalip’ level psikologis krusial Rp 15.500 per Dolar AS. Berdasarkan data perdagangan pasar spot, Rupiah terapresiasi tajam dan ditutup di posisi Rp 15.480 per Dolar AS, menguat signifikan dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Penguatan mata uang Garuda ini dipicu oleh meredanya tekanan global dan langkah stabilisasi oleh Bank Indonesia (BI) yang kian efektif.
Penguatan drastis ini menandai level terkuat Rupiah dalam beberapa waktu terakhir di tengah sentimen *risk-on* global. Analis pasar menilai pelemahan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield) yang terus menurun, seiring proyeksi melunaknya kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), menjadi katalis utama pendorong pelemahan Dolar AS. Di dalam negeri, kebijakan moneter BI yang *prudent* dan masuknya arus modal asing (*capital inflow*) ke pasar obligasi pemerintah turut mempertebal optimisme pelaku pasar.
Sentimen positif dari pasar valuta asing (valas) ini segera menjalar ke pasar saham, khususnya bagi sektor-sektor yang sangat bergantung pada impor bahan baku dan memiliki utang dalam denominasi Dolar AS. Sektor yang paling diuntungkan hari ini adalah **Sektor Farmasi dan Manufaktur yang berorientasi impor**. Dengan biaya Dolar AS yang lebih murah, beban operasional (opex) dan biaya pokok penjualan (COGS) mereka secara otomatis berkurang, yang berpotensi meningkatkan margin keuntungan secara substansial pada laporan keuangan kuartalan.
Kepala Ekonom Bank Sentral Swasta, Dr. Ananta Wijaya, menyatakan bahwa momentum penguatan ini perlu dipertahankan dengan menjaga stabilitas inflasi dan daya tarik suku bunga domestik. "Level Rp 15.500 adalah batas psikologis penting. Jika Rupiah bisa bertahan di bawah level ini secara konsisten, kita akan melihat perbaikan signifikan pada neraca keuangan perusahaan-perusahaan yang memiliki kewajiban Dolar besar, terutama di sektor transportasi (maskapai penerbangan) dan alat berat," ujar Dr. Ananta dalam catatan analisisnya.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi domestik dan keputusan suku bunga Bank Indonesia berikutnya sebagai indikator keberlanjutan penguatan. Level dukungan (support) Rupiah selanjutnya diprediksi berada di kisaran Rp 15.450, sementara level resistensi (resistance) jangka pendek berada di Rp 15.600. Penguatan Rupiah hari ini memberikan angin segar bagi optimisme pemulihan ekonomi di tengah tantangan global yang masih dinamis.