Rupiah Mulai Berani Pukul Mundur Dolar AS Pagi Ini
Rupiah menguat tajam terhadap Dolar AS pagi ini, Kamis (6/11/2025), ke level Rp16.693. Penguatan didukung kembalinya selera risiko investor dan data ekonomi AS yang solid.
JAKARTA, JClarity – Nilai tukar Rupiah menunjukkan keperkasaannya dengan membuka perdagangan pagi ini, Kamis (6/11/2025), dengan tren penguatan, berhasil memukul mundur laju Dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot. Pergerakan positif ini menjadi angin segar setelah Rupiah sempat berada di bawah tekanan pada sesi perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada pukul 09.06 WIB terpantau menguat sebesar 24 poin atau 0,14% ke level Rp16.693 per Dolar AS. Penguatan ini membawa Rupiah bergerak menjauh dari posisi penutupan perdagangan hari Rabu (5/11/2025) yang berada di level Rp16.717 per Dolar AS. Di pasar spot, mata uang Garuda bahkan dibuka menguat di level Rp16.692 per Dolar AS.
Penguatan signifikan ini dipicu oleh sentimen positif dari luar negeri, khususnya terkait data ekonomi AS yang solid dan memicu kembalinya selera risiko investor (risk appetite). Strategi buy the dip (beli saat harga turun) kembali muncul setelah rilis data ketenagakerjaan sektor swasta versi ADP dan indeks aktivitas sektor jasa versi ISM AS mencatatkan hasil yang lebih baik dari ekspektasi pasar.
Sejalan dengan penguatan Rupiah, Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang utama dunia, terlihat melemah. DXY tercatat turun tipis 0,17% ke level 100,03 pada waktu yang sama. Pelemahan DXY ini memberikan ruang bagi mata uang Asia, termasuk Rupiah, untuk melakukan koreksi positif setelah sempat tertekan.
Meskipun tekanan eksternal dari ketidakpastian kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dan penguatan Dolar AS sempat menghantui, fundamental ekonomi domestik tetap menjadi bantalan. Data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal III-2025 yang tumbuh 5,04% year-on-year (yoy), sedikit melampaui ekspektasi pasar, menunjukkan perekonomian nasional yang relatif solid di tengah dinamika global. Analis memperkirakan perbaikan sentimen risiko global akan terus mendukung pergerakan Rupiah, meskipun kewaspadaan terhadap perkembangan kebijakan The Fed dan geopolitik global tetap diperlukan.