Keuangan

Rupiah Menguat 0,5% di Penutupan: Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga Jadi 'Game Changer'

Rupiah ditutup menguat 0,5% hari ini. Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan dinilai pasar sebagai langkah 'game changer' yang sukses menstabilkan nilai tukar.

Jakarta · Thursday, 18 December 2025 20:00 WITA · Dibaca: 32
Rupiah Menguat 0,5% di Penutupan: Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga Jadi 'Game Changer'

Jakarta, JClarity – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat signifikan pada perdagangan hari ini, melonjak 0,5% di tengah sentimen positif pasar yang dipicu oleh keputusan Bank Indonesia (BI). Rupiah mengakhiri sesi perdagangan di level Rp15.650 per Dolar AS, jauh lebih kuat dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di kisaran Rp15.728 per Dolar AS.

Penguatan tajam ini dipandang sebagai respons langsung pasar terhadap kebijakan moneter BI yang memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 6,00% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) terbaru. Keputusan tersebut secara luas dinilai pasar sebagai 'game changer' yang berhasil memberikan kepastian dan menahan potensi arus modal keluar.

Gubernur BI, dalam konferensi pers, menegaskan bahwa kebijakan suku bunga tetap adalah langkah pre-emptive untuk memitigasi risiko inflasi yang datang dari luar negeri (imported inflation) serta untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah dari volatilitas global, terutama menyusul ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS. Langkah ini memberikan sinyal hawkish yang kuat, meyakinkan investor bahwa BI serius dalam menjaga daya tarik aset domestik.

Keputusan mempertahankan suku bunga, yang bertentangan dengan beberapa ekspektasi pasar yang sempat memprediksi adanya pemotongan, telah meningkatkan imbal hasil aset Rupiah. Analis mata uang dari salah satu sekuritas terkemuka menyebutkan bahwa stabilitas suku bunga domestik telah mendorong aktivitas 'carry trade', di mana investor asing kembali memarkirkan dananya di pasar obligasi dan surat utang negara (SBN) Indonesia, yang secara langsung memperkuat permintaan Rupiah.

Secara teknikal, pergerakan Rupiah hari ini jauh melampaui kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang ditetapkan sebelumnya. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut merasakan dampak positif, ditutup menguat tipis setelah sebelumnya sempat tertekan. Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa stabilitas Rupiah akan sangat bergantung pada data inflasi domestik dan, yang paling utama, sinyal kebijakan moneter dari The Fed di kuartal mendatang.

Login IG