Keuangan

Rupiah Melemah ke Rp16.629 per Dolar AS Sore Ini.

Rupiah melemah 0,27% ke Rp16.629 per Dolar AS pada penutupan Kamis (23/10/2025), dipicu oleh ketidakpastian global dan dampak keputusan BI menahan suku bunga.

JAKARTA · Sunday, 26 October 2025 06:00 WITA · Dibaca: 58
Rupiah Melemah ke Rp16.629 per Dolar AS Sore Ini.

JAKARTA, JClarity – Nilai tukar (kurs) Rupiah ditutup melemah signifikan pada penutupan perdagangan pasar spot sore hari ini, Kamis (23/10/2025). Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah terkapar di level Rp16.629 per Dolar Amerika Serikat (AS), terdepresiasi sebesar 44 poin atau 0,27% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp16.585 per Dolar AS.

Pelemahan tajam mata uang Garuda ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif dari domestik dan eksternal. Secara eksternal, ketidakpastian global memuncak di tengah berlanjutnya penutupan (shutdown) Pemerintah AS yang telah memasuki hari ke-22, ditambah dengan memanasnya kembali ketegangan perang dagang antara AS dan Tiongkok. Kekhawatiran ini mendorong indeks Dolar AS (DXY) untuk menguat, memberi tekanan langsung pada mata uang Asia, termasuk Rupiah.

Dari sisi domestik, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Oktober 2025 dinilai belum mampu memberikan dorongan signifikan. Analis menilai, kebijakan moneter yang ditahan ini berdampak pada berlanjutnya tren jual obligasi negara oleh investor asing, yang kemudian menekan nilai tukar. Selain itu, kekhawatiran pasar terhadap disiplin fiskal pemerintah di tengah rencana belanja ekspansif juga turut membebani sentimen.

Sebagai perbandingan, pada saat yang sama, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) juga mencatatkan pelemahan pada level Rp16.645 per Dolar AS. Pelemahan ini menempatkan Rupiah dan Won Korea Selatan sebagai mata uang dengan kinerja terlemah di kawasan Asia pada hari ini.

Meskipun ditutup melemah pada Kamis sore, pada perdagangan Jumat (24/10/2025) pagi, Rupiah sempat dibuka menguat tipis ke Rp16.625 per Dolar AS. Analis memperkirakan pergerakan Rupiah ke depan akan sangat bergantung pada rilis data inflasi AS yang tertunda dan dinamika politik global, khususnya rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang diharapkan dapat meredakan ketegangan dagang.

Login IG