Keuangan

Rupiah Lunglai ke Rp16.736 per Dolar AS Sore Ini

Rupiah ditutup melemah ke Rp16.736 per Dolar AS sore ini (17/11/2025) dipicu oleh penguatan Dolar AS dan ekspektasi suku bunga The Fed. Simak analisis lengkapnya.

Jakarta, 17 November 2025 · Monday, 17 November 2025 18:00 WITA · Dibaca: 53
Rupiah Lunglai ke Rp16.736 per Dolar AS Sore Ini

JAKARTA, JClarity – Nilai tukar (kurs) Rupiah Indonesia ditutup melemah signifikan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Senin (17/11/2025), setelah tertekan sentimen global dan domestik. Rupiah di pasar spot ditutup di level Rp16.736 per Dolar AS.

Angka penutupan tersebut mencerminkan depresiasi sebesar 0,17% dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu yang berada di level Rp16.707 per Dolar AS. Pelemahan ini menempatkan Rupiah dalam tren koreksi, sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga lunglai menghadapi penguatan Dolar AS.

Faktor utama yang mendorong pelemahan mata uang Garuda adalah sentimen global yang kembali menguatkan Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau naik, mencerminkan pulihnya minat investor terhadap aset safe-haven. Hal ini didukung oleh keyakinan global yang menguat bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan melonggarkan kebijakan suku bunga dalam waktu dekat, meskipun ada spekulasi sebelumnya mengenai potensi pemangkasan.

Selain itu, pasar juga mencermati rilis data ekonomi AS yang tertunda akibat sempat adanya penutupan sementara pemerintahan AS. Rilis data makro utama AS ini diperkirakan akan memberikan indikasi lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Sentimen risiko global juga diperparah oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, yang menambah tekanan pada mata uang negara berkembang seperti Rupiah.

Di kawasan Asia, Rupiah menjadi salah satu mata uang yang melemah, meskipun Ringgit Malaysia dan Won Korea Selatan mencatat pelemahan yang lebih dalam. Dari sisi domestik, pergerakan Rupiah ke depan akan dipengaruhi oleh serangkaian data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini, termasuk keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) mengenai suku bunga BI Rate serta rilis Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) periode September. Analis memprediksi Rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi tetap melemah dalam jangka pendek di tengah penantian katalis baik dari dalam maupun luar negeri.

Login IG