Keuangan

Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp16.555.

Rupiah ditutup melemah, nilai tukar dolar AS naik ke level Rp16.555. Pelemahan dipicu sentimen global dari AS (shutdown, The Fed) dan lambatnya realisasi belanja K/L domestik.

JAKARTA · Wednesday, 08 October 2025 20:00 WITA · Dibaca: 32
Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp16.555.

JAKARTA, JClarity – Nilai tukar rupiah (IDR) terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan pasar spot dengan pelemahan signifikan. Mata uang Garuda tersebut kembali tertekan, yang ditandai dengan kenaikan nilai tukar dolar AS melampaui level psikologis Rp16.555 per dolar AS, seiring dengan dominasi sentimen negatif dari pasar global dan domestik.

Berdasarkan data perdagangan terkini, tekanan jual terhadap rupiah terlihat jelas di mana mata uang ini ditutup melemah. Pelemahan ini berlanjut, setelah sebelumnya sempat berada pada level penutupan yang lebih kuat, yakni Rp16.555 per dolar AS, namun kemudian tergelincir akibat kuatnya indeks dolar AS. Indeks dolar yang mengukur posisi greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau menguat, memicu aksi jual mata uang di kawasan Asia.

Pelemahan rupiah ini didorong oleh sejumlah sentimen eksternal yang kompleks. Salah satunya adalah ketidakpastian yang berkelanjutan seputar shutdown (penutupan) pemerintahan AS, di mana para senator AS dilaporkan gagal meloloskan proposal anggaran yang memperpanjang ketidakpastian tersebut. Di samping itu, pasar juga mencermati pernyataan dari pejabat The Fed yang mengindikasikan bahwa inflasi AS masih jauh dari target, sehingga meredupkan ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih agresif.

Faktor geopolitik juga turut menyumbang tekanan, termasuk perkembangan di Timur Tengah dan berlanjutnya ketegangan Rusia-Ukraina. Di kawasan Asia, sentimen pelemahan diperparah oleh terpilihnya Sanae Takaichi sebagai pemimpin Partai Demokrat Liberal Jepang, yang dikenal memiliki pandangan dovish (lunak) dalam kebijakan fiskal dan diperkirakan akan menentang pengetatan moneter lebih lanjut oleh Bank of Japan (BOJ).

Dari sisi domestik, pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh sentimen terkait realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) pada tahun anggaran 2025 yang cenderung melambat. Penyesuaian anggaran yang dilakukan membuat penyerapan belanja K/L berjalan tidak secepat tahun-tahun sebelumnya, yang menciptakan jarak (gap) dan menjadi sorotan pasar di tengah upaya pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Meskipun demikian, Bank Indonesia (BI) terus menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai intervensi di pasar valuta asing dan Surat Berharga Negara (SBN). Analis pasar memproyeksikan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang yang ketat dalam waktu dekat, seiring pasar menantikan rilis data-data ekonomi penting, baik dari dalam maupun luar negeri.

Login IG