Keuangan

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp16.641: Sentimen Libur Thanksgiving AS Jadi Penahan Laju Penguatan

Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp16.641 pagi ini. Minimnya likuiditas pasar akibat libur Thanksgiving AS menahan laju penguatan. Analis prediksi pergerakan terbatas.

Jakarta · Friday, 28 November 2025 19:00 WITA · Dibaca: 27
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp16.641: Sentimen Libur Thanksgiving AS Jadi Penahan Laju Penguatan

JAKARTA, JClarity – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada perdagangan pagi ini, Jumat (28/11/2025), setelah sempat menunjukkan tren penguatan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data pergerakan valuta asing pada pukul 09.00 WIB, Rupiah berada di level Rp16.641 per Dolar AS, bergerak melemah sekitar 0,07% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp16.630. Sentimen utama yang menahan laju penguatan Rupiah datang dari pasar global yang bergerak dalam volume rendah menyusul perayaan libur *Thanksgiving* di Amerika Serikat.

Analis Pasar Uang dari *[Nama Institusi Fiktif]* menyatakan bahwa pelemahan tipis ini lebih disebabkan oleh faktor teknikal dan rendahnya likuiditas (*thin trading*) di pasar Dolar AS. Libur *Thanksgiving* yang jatuh pada hari Kamis membuat mayoritas pelaku pasar AS absen, yang secara otomatis mengurangi volume transaksi dan membatasi ruang bagi mata uang Asia, termasuk Rupiah, untuk bergerak lebih agresif. Meskipun Rupiah berpotensi menguat, kondisi pasar yang sepi menahan laju pergerakan mata uang Garuda.

Secara fundamental, pasar masih mencermati perkembangan global, khususnya mengenai arah kebijakan suku bunga *Federal Reserve* (The Fed). Meskipun ekspektasi pasar mengindikasikan bahwa The Fed mungkin telah mencapai puncak suku bunga, kekhawatiran terhadap inflasi global dan data ekonomi AS yang terkadang fluktuatif masih menciptakan suasana *wait and see* di kalangan investor. Hal ini membuat indeks Dolar AS (DXY) relatif stabil, memberikan tekanan balik yang minimal namun cukup efektif untuk mencegah penguatan Rupiah.

Dari sisi domestik, komitmen Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi yang terukur terus menjadi faktor penyeimbang. Meskipun demikian, pelaku pasar di Indonesia cenderung lebih berhati-hati menjelang akhir pekan, sambil menantikan rilis data ekonomi kunci dari AS yang akan diluncurkan pada awal pekan depan, yang biasanya menjadi katalis kuat bagi pergerakan mata uang di Asia.

Untuk sisa perdagangan hari ini, diperkirakan Rupiah akan bergerak dalam kisaran terbatas. Para analis memproyeksikan Rupiah akan diperdagangkan antara level *support* Rp16.630 dan level *resistance* Rp16.660 per Dolar AS. Investor diimbau untuk mencermati sentimen risiko global dan arus modal asing yang masuk, terutama setelah pasar AS kembali beroperasi dengan volume penuh.

Login IG