Rupiah Bangkit, Dolar AS Melemah Pagi Ini.
Rupiah menguat terhadap Dolar AS pada perdagangan pagi ini, dibuka di level Rp15.535 per dolar AS. Sentimen positif domestik dan pelemahan DXY menjadi penopang. Cek level kurs terkini.
JAKARTA, JClarity – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tajinya pada pembukaan perdagangan hari ini. Mata uang Garuda menguat signifikan, memanfaatkan sentimen positif dari dalam negeri dan pelemahan indeks dolar AS (DXY) di pasar global.
Berdasarkan data perdagangan Refinitiv, rupiah dibuka pada level Rp15.535 per dolar AS. Angka ini mengalami apresiasi sebesar 0,16% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp15.560 per dolar AS. Pergerakan ini sejalan dengan tren penguatan mata uang kawasan Asia yang juga memanfaatkan momentum kembalinya investor ke aset berisiko (risk-on).
Analis pasar valuta asing (valas) menyebutkan bahwa penguatan rupiah didorong oleh beberapa faktor utama. Secara domestik, investor menyambut baik data indikator ekonomi terbaru yang menunjukkan stabilitas, serta kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang tetap fokus pada upaya stabilisasi nilai tukar. Ekspektasi deflasi yang terkendali juga menjadi penopang kuat bagi fundamental rupiah.
Sementara itu, dari sisi eksternal, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah pagi ini. Pelemahan DXY terjadi setelah data inflasi AS terbaru menunjukkan sinyal pendinginan, yang lantas memicu spekulasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) mungkin akan bersikap kurang agresif dalam menaikkan suku bunga. Sentimen "less hawkish" ini menjadi katalisator bagi pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah.
Kepala Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Sulistyawati, dalam catatannya memproyeksikan bahwa rentang perdagangan rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp15.500 hingga Rp15.600 per dolar AS. Lana mengingatkan bahwa meskipun rupiah menguat, pasar tetap perlu mencermati rilis notulensi rapat The Fed malam ini yang berpotensi memicu volatilitas mendadak di pasar valas. Keseimbangan antara sentimen domestik yang baik dan risiko global yang masih tinggi akan terus mewarnai pergerakan rupiah sepanjang hari.