Sains

Roket Riset NASA Menembus Aurora, Ciptakan Pertunjukan Cahaya Spektakuler di Langit Alaska.

Roket riset NASA berhasil menembus aurora di Alaska dalam Misi AWESOME, melepaskan pelacak uap berwarna-warni untuk mempelajari badai sub-aurora dan meningkatkan prakiraan cuaca antariksa.

JAKARTA · Wednesday, 03 December 2025 12:00 WITA · Dibaca: 24
Roket Riset NASA Menembus Aurora, Ciptakan Pertunjukan Cahaya Spektakuler di Langit Alaska.

JAKARTA, JClarity – Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) berhasil menyelesaikan serangkaian peluncuran roket riset dari Alaska yang menembus fenomena aurora, menciptakan pertunjukan cahaya berwarna-warni yang spektakuler sekaligus mengumpulkan data penting mengenai atmosfer Bumi bagian atas. Misi ini, yang diberi nama Auroral Waves Excited by Substorm Onset Magnetic Events (AWESOME), bertujuan untuk menyelidiki bagaimana badai kecil aurora memengaruhi dinamika dan komposisi termosfer Bumi.

Dua dari tiga roket penentu (sounding rocket) yang direncanakan telah diluncurkan dari Poker Flat Research Range, utara Fairbanks, Alaska, pada dini hari 25 Maret 2025, menyusul peluncuran roket ketiga pada 29 Maret 2025. Roket-roket ini, termasuk roket Terrier-Improved Malemute setinggi 42 kaki dan Black Brant XII empat tahap setinggi 70 kaki, diluncurkan langsung ke dalam badai sub-aurora (auroral substorm)—ledakan tiba-tiba dan singkat dari intensifikasi cahaya aurora.

Untuk tujuan eksperimen dan visual, roket-roket tersebut melepaskan gumpalan gas yang dikenal sebagai 'pelacak uap' (vapor tracers) berwarna merah muda, biru, dan putih pada ketinggian yang berbeda di seluruh Alaska utara dan tengah. Pelepasan pelacak uap ini menciptakan tampilan cahaya buatan yang menakjubkan di latar belakang Cahaya Utara (Aurora Borealis) alami. Gerakan pelacak uap ini direkam dari stasiun pengamatan darat untuk mengukur angin atmosfer dan aliran partikel bermuatan di atmosfer atas dan ionosfer.

Menurut Mark Conde, peneliti utama dari Institut Geofisika Universitas Alaska Fairbanks (UAF), misi ini sangat berhasil karena kondisi ilmiah yang tepat dapat dipenuhi. Roket-roket tersebut juga membawa sensor tekanan dan magnetometer untuk mengukur gangguan magnetik yang disebabkan oleh aurora. Data yang dikumpulkan diharapkan dapat mengungkap bagaimana energi dan momentum yang disuntikkan badai sub-aurora ke termosfer dapat mengganggu stabilitasnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan prakiraan cuaca antariksa.

Meskipun roket ketiga yang diluncurkan pada 29 Maret mengalami sedikit masalah pada katup muatan (payload valve) yang menyebabkan pelepasan pelacak uap yang tidak terencana, kesalahan ini justru menghasilkan cincin atau donat uap putih yang besar dan sangat terang, memberikan pemandangan yang tak terduga dan spektakuler di langit malam. Walaupun ada insiden tersebut, para ilmuwan memastikan bahwa data yang dikumpulkan dari seluruh rangkaian peluncuran memenuhi kriteria keberhasilan misi, memberikan wawasan berharga tentang interaksi kritis antara aurora dan atmosfer Bumi.

Login IG