Roket Riset NASA Menembus Aurora, Ciptakan Pertunjukan Cahaya di Langit Alaska.
NASA meluncurkan tiga roket riset AWESOME ke aurora di Alaska (25-29 Maret 2025), menciptakan pertunjukan cahaya tracers untuk memprediksi cuaca antariksa.
JAKARTA, JClarity – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru-baru ini berhasil meluncurkan serangkaian roket sub-orbital ke dalam fenomena aurora di atas langit Alaska, tidak hanya menembus, tetapi juga menciptakan pertunjukan cahaya buatan yang spektakuler. Peluncuran ini merupakan bagian dari misi ilmiah penting untuk mempelajari secara langsung bagaimana badai geomagnetik aurora memengaruhi atmosfer bagian atas Bumi.
Eksperimen yang diberi nama resmi *Auroral Waves Excited by Substorm Onset Magnetic Events* (AWESOME) ini melibatkan tiga roket riset, yang diluncurkan dari Poker Flat Research Range di Fairbanks, Alaska. Dua dari tiga roket—sebuah roket Terrier-Improved Malemute dan Black Brant XII—berhasil diluncurkan pada 25 Maret 2025, disusul roket ketiga pada 29 Maret 2025. Misi ini secara spesifik menargetkan kondisi 'auroral substorm', yakni peningkatan intensitas aurora yang tiba-tiba dan singkat.
Untuk menciptakan pertunjukan cahaya tersebut, roket-roket riset ini melepaskan muatan “pelacak uap” (*vapor tracers*) berupa semburan gas berwarna-warni, termasuk merah muda, biru, dan putih, pada berbagai ketinggian di rentang 80 hingga 250 kilometer di atas permukaan Bumi. Pelepasan gas ini bertujuan untuk membuat pergerakan angin atmosfer, plasma, dan medan magnet di ionosfer terlihat secara visual, yang kemudian direkam oleh kamera di darat. Roket ketiga, meski mengalami sedikit anomali pada katupnya, justru menghasilkan tampilan visual unik berupa cincin putih terang yang melayang di langit utara Alaska dan terlihat secara luas.
Penelitian ini memiliki tujuan praktis yang besar, yakni untuk meningkatkan pemahaman dan prediksi cuaca antariksa. Data yang dikumpulkan melalui pengukuran tekanan, medan magnet, dan pelacak uap diharapkan dapat mengungkap bagaimana energi dan momentum dari aurora memengaruhi komposisi dan stabilitas termosfer—lapisan atas atmosfer Bumi. “Saya sangat gembira karena kondisi memungkinkan kami untuk meluncurkan dan menjalankan eksperimen ini,” kata Mark Conde, peneliti utama misi AWESOME dari Geophysical Institute University of Alaska Fairbanks (UAF).
Keberhasilan peluncuran tiga roket ini menandai tercapainya tujuan utama misi AWESOME. Hasil dari eksperimen ini berpotensi mengubah teori yang telah lama dipegang mengenai interaksi aurora dengan termosfer dan menjadi kunci dalam memastikan keandalan sistem berbasis satelit, seperti GPS, yang kian bergantung pada stabilitas lingkungan luar angkasa Bumi.