Pendidikan

Revitalisasi Sekolah Dorong Mutu Pendidikan dan Gerakkan Ekonomi Lokal

Program Revitalisasi Sekolah oleh Kemendikdasmen sukses menjalankan fungsi ganda: tingkatkan mutu pendidikan dan serap 350 ribu tenaga kerja lokal via swakelola.

Jakarta · Thursday, 13 November 2025 20:00 WITA · Dibaca: 52
Revitalisasi Sekolah Dorong Mutu Pendidikan dan Gerakkan Ekonomi Lokal

JAKARTA, JClarity – Program revitalisasi satuan pendidikan yang tengah digalakkan pemerintah Indonesia diklaim sukses menjalankan fungsi ganda, yakni meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menjadi motor penggerak signifikan bagi perekonomian lokal di berbagai wilayah. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mempersempit kesenjangan kualitas sarana prasarana sekolah antarwilayah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah tidak semata berorientasi pada pembangunan fisik. Ia menyoroti kegiatan ini sebagai gerakan sosial dan ekonomi yang memberdayakan masyarakat melalui sistem swakelola dan gotong royong.

Pendekatan revitalisasi dilaksanakan dengan prinsip swakelola dan padat karya. Melalui skema ini, dana bantuan pemerintah didorong untuk langsung menyentuh pelaku usaha lokal, mulai dari toko material, penyedia jasa angkut, hingga melibatkan tukang bangunan dan pekerja lokal. Hal ini menciptakan perputaran ekonomi yang sehat di tingkat desa atau kelurahan di sekitar lokasi proyek.

Secara konkret, program revitalisasi ini telah menyerap sekitar 300 hingga 350 ribu tenaga kerja lokal di seluruh Indonesia, menjadikannya stimulus ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan revitalisasi satuan pendidikan menengah atas, di mana pelaksanaannya diawasi ketat dan melibatkan partisipasi aktif warga bersama komite sekolah.

Di samping perbaikan infrastruktur, program ini juga mengintegrasikan transformasi digital. Hingga November 2025, Kemendikdasmen telah mendistribusikan sekitar 150.000 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai sekolah, dengan target mencapai 288.000 unit hingga akhir tahun. Inisiatif ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan berkeadilan, memastikan siswa di daerah terpencil dapat mengakses teknologi setara dengan sekolah di kota besar.

Berdasarkan survei terbaru, tercatat 78,4 persen masyarakat memberikan penilaian baik terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) kategori revitalisasi satuan pendidikan. Angka ini mencerminkan tingginya tingkat kepuasan publik terhadap dampak program yang dirasakan secara langsung, baik di sektor pendidikan maupun peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal.

Login IG