Keuangan

Rencana Besar Purbaya: Ubah Rp1.000 jadi Rp1, Aturan Rampung 2026.

BKF Purbaya Yudhi Sadewa targetkan aturan redenominasi Rupiah (ubah Rp1.000 jadi Rp1) rampung 2026. Ini murni penyederhanaan, bukan sanering.

JAKARTA · Friday, 07 November 2025 19:00 WITA · Dibaca: 50
Rencana Besar Purbaya: Ubah Rp1.000 jadi Rp1, Aturan Rampung 2026.

JAKARTA, JClarity – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan kembali komitmen serius pemerintah untuk melanjutkan rencana redenominasi Rupiah, yakni penghilangan tiga angka nol pada mata uang, di mana Rp1.000 akan menjadi Rp1. Target penyelesaian landasan hukum melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi diharapkan dapat rampung pada tahun 2026, menandai kesiapan regulasi untuk tahap implementasi.

Purbaya menekankan bahwa rencana strategis ini bertujuan utama untuk menyederhanakan penulisan nilai mata uang dan mempermudah sistem akuntansi serta transaksi. “Redenominasi bukanlah sanering. Ini murni penyederhanaan. Daya beli masyarakat tidak akan berkurang sama sekali, hanya notasi angkanya saja yang disesuaikan,” jelasnya dalam berbagai kesempatan. Ini adalah upaya untuk membuat mata uang Indonesia lebih efisien dan memiliki nilai psikologis yang setara dengan mata uang negara maju.

Proses redenominasi memerlukan landasan hukum yang kuat, yakni RUU Redenominasi Rupiah. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah berulang kali menyatakan kesiapan draf RUU tersebut, dan kini tengah berupaya memasukkannya kembali ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mendapatkan persetujuan.

Target tahun 2026 mengindikasikan harapan pemerintah agar kerangka hukum dapat diselesaikan, sehingga Indonesia dapat memasuki masa transisi. Pelaksanaan redenominasi diperkirakan akan memakan waktu transisi yang cukup panjang, berkisar antara 8 hingga 10 tahun, untuk memastikan seluruh ekosistem ekonomi—mulai dari sistem pembayaran, perbankan, hingga kesiapan masyarakat—beradaptasi tanpa gejolak. Syarat utama implementasi ini adalah kondisi ekonomi makro yang stabil dan tingkat inflasi yang terkendali.

Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia terus berkoordinasi untuk memastikan bahwa rencana besar ini berjalan sesuai tahapan. Kesiapan infrastruktur teknologi informasi, terutama di sektor perbankan dan ritel, menjadi kunci sukses lainnya. Redenominasi diharapkan dapat menempatkan Rupiah setara dengan mata uang global, sekaligus mengurangi beban pencatatan akuntansi perusahaan yang selama ini terbebani oleh deretan angka nol yang panjang.

Login IG