Sains

Ragi Roti Tahan Kondisi Ekstrem, Bisa Bantu Eksplorasi ke Mars

Ragi roti (Saccharomyces cerevisiae) terbukti tahan guncangan meteorit dan garam beracun Mars. Studi ini membuka jalan bagi bioproduksi pangan di Planet Merah.

JAKARTA · Saturday, 18 October 2025 07:00 WITA · Dibaca: 63
Ragi Roti Tahan Kondisi Ekstrem, Bisa Bantu Eksplorasi ke Mars

JAKARTA, JClarity – Sebuah penemuan ilmiah terbaru memberikan harapan baru bagi misi eksplorasi manusia ke Planet Mars. Studi mutakhir menunjukkan bahwa ragi roti, atau Saccharomyces cerevisiae, memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan dalam kondisi ekstrem yang menyerupai lingkungan di planet merah, membuktikan potensinya sebagai basis sistem pangan berkelanjutan di luar angkasa.

Penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PNAS Nexus mengungkapkan daya tahan ragi roti terhadap sejumlah faktor pemicu stres yang relevan dengan Mars. Para ilmuwan menguji mikroorganisme bersel tunggal ini terhadap gelombang kejut berintensitas 5,6 Mach, yang mensimulasikan dampak tubrukan meteorit, serta paparan garam natrium perklorat 100 milimolar (mM), konsentrasi serupa dengan yang terdeteksi di tanah Mars (regolith).

Hasilnya sangat signifikan: ragi roti tidak hanya mampu bertahan dari setiap kondisi stres secara terpisah, tetapi juga tetap tangguh saat menghadapi kombinasi dari kedua tekanan tersebut. Ini menunjukkan bahwa mekanisme pertahanan seluler ragi sangat efektif, bahkan dalam lingkungan yang sangat keras.

Kunci dari ketahanan ragi ini terletak pada pembentukan struktur molekuler khusus yang disebut kondensat ribonukleoprotein (RNP). Kondensat RNP, termasuk granula stres dan P-bodies, adalah 'tempat perlindungan' seluler yang terbuat dari RNA dan protein, yang dibentuk oleh ragi, manusia, dan banyak organisme lain ketika menghadapi tekanan ekstrem. Struktur ini berfungsi melindungi RNA dan mengatur sintesis protein hingga ancaman berlalu.

Para peneliti menekankan bahwa pemahaman mendalam tentang bagaimana ragi—sebagai organisme model—mengaktifkan sistem respons stres kuno ini dapat membantu memprediksi bagaimana bentuk kehidupan terestrial lainnya, atau bahkan potensi kehidupan asli Mars, dapat bertahan. Mutan ragi yang tidak mampu membentuk kondensat RNP diketahui memiliki tingkat kelangsungan hidup yang jauh lebih rendah di bawah kondisi Mars yang disimulasikan.

Dengan kemampuan adaptasinya ini, ragi roti diyakini dapat dimanfaatkan secara luas dalam misi jangka panjang ke Mars. Potensi utamanya adalah sebagai organisme untuk bioproduksi makanan berkelanjutan, memungkinkan para astronot memproduksi makanan, seperti roti, atau bahkan memanfaatkan ragi untuk menghasilkan komponen penting lainnya, di planet yang kekurangan sumber daya.

Penemuan ini membuka babak baru dalam astrobiologi dan menyoroti pentingnya organisme sederhana dalam upaya menjajah luar angkasa. Para peneliti berharap studi lanjutan dapat mengembangkan teknologi yang memanfaatkan ragi dan mikroorganisme lain yang terbukti tahan kondisi luar angkasa, guna mendukung misi penjelajahan manusia di masa depan.

Login IG