Ragi Roti Tahan Kondisi Ekstrem, Bisa Bantu Eksplorasi ke Mars.
Ragi roti (Saccharomyces cerevisiae) terbukti mampu bertahan dari guncangan (5.6 Mach) dan garam perchlorate di Mars, membuka jalan bagi sistem pangan eksplorasi manusia. (159 Karakter)
JAKARTA, JClarity – Rencana ambisius eksplorasi dan kolonisasi Planet Mars mendapat dorongan signifikan dari penemuan ilmiah tak terduga: ragi roti biasa (*Saccharomyces cerevisiae*) terbukti mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang sangat ekstrem, menyerupai di Planet Merah.
Studi terbaru yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah bergengsi, PNAS Nexus, pada pertengahan Oktober 2025 ini menyoroti ketahanan luar biasa dari mikroorganisme sel tunggal yang selama ini dikenal sebagai bahan penting dalam pembuatan roti dan fermentasi di Bumi. Para ilmuwan dari Indian Institute of Science (IISc), yang dipimpin oleh ahli biologi molekuler Dr. Purusharth I. Rajyaguru, menguji ragi roti terhadap dua jenis tekanan utama di Mars: gelombang kejut intensitas tinggi dan racun garam perchlorate.
Dalam simulasi, ragi dihadapkan pada gelombang kejut berintensitas 5.6 Mach, meniru dampak yang ditimbulkan oleh hantaman meteorit. Selain itu, ragi juga terpapar garam natrium perchlorate ($NaClO_4$) dengan konsentrasi 100 milimolar, jumlah yang serupa dengan yang terdeteksi di dalam tanah (regolith) Mars. Hasilnya mengejutkan, sel-sel ragi tidak hanya mampu bertahan dari setiap tekanan secara terpisah, tetapi juga ketika dihadapkan pada kombinasi kedua tekanan ekstrem tersebut, meskipun pertumbuhannya melambat.
Kunci dari mekanisme pertahanan ragi ini terletak pada pembentukan struktur molekuler khusus yang disebut Ribonucleoprotein (RNP) condensates. Ketika tertekan, organisme ini secara cepat merakit kompleks pelindung yang terdiri dari RNA dan protein, yang berfungsi sebagai 'tempat perlindungan' internal untuk melindungi materi genetik dan mengatur sintesis protein. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa mutan ragi yang tidak mampu membentuk RNP condensates ini memiliki kemampuan bertahan hidup yang sangat buruk, menggarisbawahi peran penting mekanisme pertahanan seluler kuno ini.
Temuan ini memiliki implikasi besar bagi eksplorasi luar angkasa. Dengan kemampuan bertahan hidup di tengah guncangan dan racun, ragi roti berpotensi menjadi salah satu komponen utama sistem pendukung kehidupan (life support) dan produksi pangan di misi berawak masa depan ke Mars. Para peneliti menyimpulkan bahwa RNP condensates dapat digunakan sebagai biomarker untuk menilai kesehatan dan kelangsungan hidup bentuk kehidupan selama eksplorasi antariksa, memberikan harapan baru bagi fleksibilitas kehidupan di lingkungan yang dianggap tidak layak huni.