**Program BTN Kurangi Cicilan KPR dengan Sampah, Begini Mekanismenya**
BTN meluncurkan program inovatif di mana nasabah KPR bisa mengurangi cicilan rumah dengan menukarkan sampah melalui mekanisme Rekopoin. Simak cara kerjanya.
JAKARTA, JClarity – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meluncurkan sebuah program inovatif yang memungkinkan nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk meringankan beban angsuran bulanan mereka melalui pengelolaan sampah rumah tangga. Program yang merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan pengelola sampah berbasis teknologi, Rekosistem, ini menggabungkan solusi finansial dengan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk memberikan dampak positif ganda. “Program ini kami rancang agar mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meringankan beban keuangan masyarakat,” ujar Setiyo Wibowo. Ia menambahkan, sampah yang dikelola dengan baik dapat ditukar dengan nilai uang yang secara spesifik dialokasikan untuk mengurangi angsuran KPR.
Mekanisme Konversi Sampah Menjadi Angsuran
Mekanisme kerja program ini dibuat sederhana untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya debitur KPR BTN dan nasabah eksisting BTN. Tahap awal dimulai dengan nasabah memilah sampah rumah tangga anorganik. Jenis sampah yang diterima mencakup plastik, logam, kertas, hingga minyak jelantah, dan elektronik bekas.
Setelah dipilah, sampah yang terkumpul akan dijemput melalui layanan khusus bernama “Reko Keliling & BTN.” Petugas dari mitra pengelola sampah akan memilah, mencatat, dan mengonversi sampah tersebut menjadi poin yang disebut **Rekopoin**.
Nilai Rekopoin inilah yang kemudian akan ditransfer langsung ke rekening BTN nasabah. Transfer dana ini secara fungsional akan membantu nasabah dalam pembayaran angsuran KPR bulanan mereka. Menurut Setiyo, semakin banyak sampah yang dikumpulkan, maka semakin besar tabungan yang bisa digunakan untuk mengurangi cicilan.
CEO dan Co-Founder Rekosistem, Ernest Christian Layman, menyoroti bahwa inovasi ini tidak hanya bersifat finansial, namun juga merupakan kontribusi nyata untuk menjaga bumi agar tetap lestari. Program ini secara transformatif mengubah sampah yang biasanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi aset berharga yang bernilai tabungan.
Inisiatif “Kurangi Cicilan KPR dengan Sampah” ini sejalan dengan strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) BTN dalam menghadirkan pembiayaan rumah yang berwawasan lingkungan dan mengembangkan ekonomi hijau di sektor perumahan berbasis komunitas.