Prabowo Targetkan Pemasangan Satu Juta Smartboard untuk Sekolah
Prabowo Subianto menargetkan pemasangan satu juta smartboard atau panel interaktif (IFP) di sekolah-sekolah Indonesia pada tahun 2026, melanjutkan program digitalisasi pendidikan yang telah menjangkau 75% sekolah di tahun 2025.
BEKASI, JClarity – Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, sekaligus menetapkan target ambisius: pemasangan satu juta panel interaktif atau smartboard (Interactive Flat Panel/IFP) di sekolah-sekolah seluruh Indonesia pada tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan Presiden dalam acara peluncuran yang berlangsung di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (17/11/2025), sebagai kelanjutan dari percepatan distribusi perangkat yang telah dimulai sejak pertengahan tahun 2025.
Target satu juta unit ini merupakan peningkatan skala signifikan dari program digitalisasi yang sedang berjalan, bertujuan untuk menambah setidaknya tiga panel smartboard per sekolah, sehingga dapat menjangkau lebih banyak kelas. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran adalah langkah fundamental untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan memastikan tidak ada wilayah Indonesia yang tertinggal dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada tahun 2025, Pemerintah menargetkan penyaluran 288.000 smartboard kepada sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Presiden mengungkapkan apresiasinya atas capaian yang telah diraih, di mana sekitar 75 persen sekolah di Indonesia telah menerima panel interaktif, dengan total 173.000 perangkat telah tiba di sekolah per November 2025, menjadikannya salah satu program digitalisasi pendidikan terbesar di dunia. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menargetkan seluruh perangkat tahun ini dapat terdistribusi dan operasional selambat-lambatnya pada Desember 2025.
Selain penyediaan perangkat keras, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kualitas konten pembelajaran. Dalam kesempatan tersebut, ia menginstruksikan Kemendikdasmen untuk membentuk tim khusus yang bertugas mengkaji dan menyesuaikan konten digital, termasuk animasi pendidikan internasional, agar selaras dengan kebutuhan siswa Indonesia. Program ini juga didukung oleh pelatihan kepada puluhan ribu guru, serta pengerahan 1.450 Pejuang Pendidikan Digital dan alumni LPDP sebagai fasilitator dan mentor, untuk memastikan pemanfaatan teknologi secara maksimal.
Menyikapi besarnya program, Presiden Prabowo menduga akan ada pihak yang meragukan dan menyebutnya 'program gila'. Namun, ia menyatakan keyakinan penuh akan keberhasilan target tersebut, berkaca pada kesuksesan percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 44 juta penerima manfaat dalam waktu kurang dari satu tahun. Komitmen ini menegaskan tekad pemerintah untuk melakukan lompatan besar dalam transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi modern.