Prabowo Targetkan 288 Ribu Sekolah di Indonesia Terpasang Layar Interaktif Digital pada Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto menargetkan 288.000 sekolah di Indonesia akan memiliki layar interaktif digital pada awal Januari 2026 sebagai upaya lompatan digitalisasi pendidikan.
JAKARTA, JClarity – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menargetkan sebanyak 288 ribu sekolah di seluruh Indonesia telah terpasang perangkat layar interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) pada awal Januari 2026. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam pidato Puncak Perayaan Hari Guru Nasional 2025 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Jumat (28/11/2025).
Prabowo menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan upaya strategis dan masif pemerintah untuk melakukan lompatan besar dalam digitalisasi pendidikan nasional agar Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dan bersaing dengan negara-negara maju. Menurut data terakhir, proses distribusi perangkat digital tersebut telah menjangkau kurang lebih 215 ribu sekolah di berbagai penjuru Tanah Air. Meskipun demikian, Prabowo optimistis target 288 ribu sekolah akan tercapai paling lambat pada awal Januari 2026, setelah mencatat progres yang signifikan.
Program digitalisasi pembelajaran yang merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 ini bertujuan untuk pemerataan kualitas pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil atau yang kekurangan guru dengan kompetensi tertentu. Presiden memastikan bahwa tidak ada satu pun sekolah di Indonesia yang akan tertinggal dari program ini, meskipun mengakui adanya sejumlah tantangan dalam proses pendistribusian. Tantangan utama yang dihadapi meliputi kondisi cuaca ekstrem yang mengakibatkan keterlambatan pengiriman serta sulitnya akses untuk menjangkau wilayah-wilayah pelosok.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo memaparkan rencana ambisius pemerintah untuk tahun 2026. Setiap sekolah ditargetkan akan mendapatkan tiga unit layar interaktif digital. Jika terealisasi, ini akan menambah total pemasangan panel interaktif hingga mencapai 1 juta unit di seluruh sekolah. Melalui perangkat ini, siswa akan memiliki akses terhadap berbagai konten pendidikan dari semua mata pelajaran dan jenjang. Selain itu, pemerintah sedang menyiapkan studio terpusat untuk menyiarkan materi pelajaran dari guru-guru terbaik, baik dari dalam maupun luar negeri. Sistem ini akan memungkinkan siswa di sekolah mana pun untuk belajar bahasa asing seperti Inggris, Mandarin, Jepang, Prancis, Jerman, hingga Korea langsung dari penutur aslinya, guna mempersiapkan lulusan Indonesia yang kompetitif di kancah global.
Sebagai informasi tambahan, dalam kesempatan yang sama, Presiden juga mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan program perbaikan atau revitalisasi sekolah. Setelah merealisasikan perbaikan 16.000 sekolah pada tahun ini, pemerintah bertekad untuk melipatgandakan target menjadi minimal 60.000 unit sekolah yang akan direvitalisasi pada tahun 2026.