Sains

Planet “Super-Bumi” Ditemukan di Zona Layak Huni Bintang Gliese 251.

Astronom mengumumkan penemuan Gliese 251c, sebuah planet Super-Bumi yang mengorbit di zona layak huni bintang Gliese 251, menjadikannya target utama pencarian kehidupan.

Jakarta · Tuesday, 28 October 2025 20:00 WITA · Dibaca: 58
Planet “Super-Bumi” Ditemukan di Zona Layak Huni Bintang Gliese 251.

JAKARTA, JClarity – Sebuah penemuan signifikan dalam dunia astronomi telah diumumkan: para ilmuwan internasional berhasil mengidentifikasi sebuah planet jenis 'Super-Bumi' yang berpotensi memiliki air cair di permukaannya. Planet ekstrasurya yang diberi nama Gliese 251c (atau GJ 251c) ini mengorbit di zona layak huni bintang kerdil merah Gliese 251, yang hanya berjarak sekitar 18 tahun cahaya dari Bumi.

Penemuan Gliese 251c, yang dipublikasikan dalam The Astronomical Journal, menempatkannya sebagai salah satu target paling menjanjikan dalam pencarian tanda-tanda kehidupan di luar tata surya kita. Jaraknya yang relatif dekat, dalam skala kosmik, menjadikannya 'tetangga sebelah' yang ideal untuk studi lebih lanjut.

Data menunjukkan bahwa Gliese 251c adalah planet berbatu dengan massa sekitar empat kali lipat massa Bumi. Ia mengorbit bintang induknya, Gliese 251, setiap 53,6 hari, menempatkannya tepat di dalam 'Zona Goldilocks'—area di mana suhu permukaan planet memungkinkan air cair, komponen esensial bagi kehidupan seperti yang kita kenal, untuk eksis jika planet tersebut memiliki atmosfer yang tepat.

Bintang Gliese 251 sendiri adalah bintang kerdil merah awal, menjadikannya bintang yang lebih panas daripada kebanyakan bintang kerdil merah lainnya. Kondisi ini memungkinkan zona layak huninya berada pada jarak yang lebih jauh, sebuah faktor penting yang berpotensi melindungi atmosfer Gliese 251c dari angin bintang yang kuat, masalah yang sering terjadi pada planet yang mengorbit bintang kerdil merah.

Penemuan ini merupakan hasil analisis data observasi yang dikumpulkan selama lebih dari dua dekade, dengan peran kunci dari instrumen canggih Habitable-Zone Planet Finder (HPF) dan NEID spectrometer. Instrumen tersebut mendeteksi 'goyangan' kecil pada bintang Gliese 251—perubahan kecepatan radial yang disebabkan oleh tarikan gravitasi planet yang mengorbit.

Para astronom optimis bahwa Gliese 251c akan menjadi target utama bagi teleskop generasi berikutnya. Observatorium raksasa seperti Thirty Meter Telescope (TMT) yang akan datang, atau Extremely Large Telescope (ELT), diharapkan memiliki kemampuan untuk mengambil citra langsung dari planet ini dan menganalisis atmosfernya untuk mencari 'biosignature'—tanda-tanda kimia yang dapat mengindikasikan aktivitas biologis.

“Penemuan ini mewakili salah satu kandidat terbaik dalam pencarian tanda atmosfer kehidupan di tempat lain dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan,” ujar Suvrath Mahadevan, salah satu penulis studi dari Penn State University. Meskipun keberadaan atmosfer atau kehidupan di Gliese 251c belum dapat dikonfirmasi saat ini, para ilmuwan meyakini bahwa planet tersebut menawarkan peluang yang paling menjanjikan untuk eksplorasi di masa depan.

Login IG