Keuangan

Petaka Perang Tarif Trump, Harga Bitcoin Anjlok ke Level Rp 1,7 Miliar

Harga Bitcoin (BTC) anjlok ke Rp 1,7 Miliar setelah Donald Trump mengumumkan tarif 100% terhadap China. Pasar kripto global kehilangan $200 Miliar.

Jakarta · Sunday, 12 October 2025 08:00 WITA · Dibaca: 25
Petaka Perang Tarif Trump, Harga Bitcoin Anjlok ke Level Rp 1,7 Miliar

JAKARTA, JClarity – Pasar aset kripto global dilanda kepanikan hebat menyusul pengumuman agresif dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai rencana penerapan tarif 100% terhadap impor dari China. Kebijakan ini, yang dianggap memicu eskalasi Perang Dagang AS-China ke titik terpanas dalam beberapa tahun, menyebabkan harga Bitcoin (BTC) anjlok drastis dan menghapus nilai pasar kripto global hingga ratusan miliar dolar dalam hitungan jam.

Data perdagangan pada Sabtu (12/10/2025) menunjukkan, harga Bitcoin sempat menyentuh level terendah sejak Juni 2025, yaitu di kisaran US$104.782,88 per koin, atau setara dengan sekitar Rp 1,73 miliar (dengan asumsi kurs tertentu). Penurunan tajam ini terjadi setelah sebelumnya pada Jumat (11/10/2025), Bitcoin diperdagangkan di level US$114.390,64 (sekitar Rp1,89 miliar), yang berarti investor kehilangan sekitar Rp158,96 juta per koin dalam sehari. Bahkan, penurunan ini semakin tajam mengingat Bitcoin baru saja mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$126.000 pada awal Oktober.

Eskalasi dramatis ini dipicu oleh unggahan Donald Trump di platform Truth Social, yang menyatakan bahwa AS akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 100% untuk semua impor China, di atas tarif yang sudah berlaku. Kebijakan ini rencananya mulai berlaku pada 1 November 2025 atau lebih cepat, dan disertai ancaman kontrol ekspor untuk perangkat lunak penting.

Langkah proteksionis Trump tersebut diklaim sebagai respons terhadap kebijakan China yang dianggap 'sangat agresif', terutama terkait peningkatan kontrol ekspor Beijing terhadap mineral langka (rare earth minerals). Mineral ini merupakan bahan vital yang dibutuhkan untuk produksi barang-barang elektronik, semikonduktor, dan teknologi tinggi lainnya, termasuk komponen yang menopang infrastruktur blockchain.

Sentimen 'risk-off' atau penghindaran risiko langsung melanda pasar keuangan global, termasuk pasar kripto yang dikenal sangat sensitif terhadap ketidakpastian geopolitik. Total kapitalisasi pasar aset kripto global dilaporkan anjlok signifikan, menghapus hampir US$200 miliar (sekitar Rp 3.300 triliun) dari nilainya dalam beberapa jam. Selain Bitcoin, aset kripto besar lainnya seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan BNB juga mengalami koreksi dua digit, mencerminkan aksi jual masif yang oleh para analis disebut sebagai 'kapitulasi pasar'.

Pengamat pasar memperingatkan bahwa dampak gabungan dari tarif tinggi dan pembatasan ekspor ini berpotensi membebani rantai pasokan teknologi global, yang pada akhirnya memperdalam ketidakpastian di sektor yang menjadi fondasi aset digital. Para investor saat ini tengah menanti potensi respons balasan dari Beijing, yang akan menentukan arah pasar kripto dan pasar keuangan tradisional selama beberapa minggu ke depan.

Login IG