Sains

Pertama Kali, Astronom Temukan Suar Korona dari Bintang Selain Matahari.

Astronom pertama kali tangkap lontaran massa korona (CME) dari bintang katai merah StKM 1-1262, 10.000 kali lebih dahsyat dari Matahari.

Jakarta · Friday, 21 November 2025 19:00 WITA · Dibaca: 31
Pertama Kali, Astronom Temukan Suar Korona dari Bintang Selain Matahari.

JAKARTA, JClarity – Untuk pertama kalinya dalam sejarah astronomi, para ilmuwan berhasil mendeteksi dan mengonfirmasi lontaran massa korona (Coronal Mass Ejection/CME) yang berasal dari bintang selain Matahari kita. Penemuan terobosan ini menjawab pertanyaan puluhan tahun tentang apakah bintang-bintang lain mampu memicu letusan plasma dahsyat yang dapat mengikis atmosfer planet di sekitarnya.

Temuan yang dipublikasikan di jurnal bergengsi *Nature* pada 12 November 2025 ini berpusat pada sebuah bintang katai merah (red dwarf) yang superaktif, yang berjarak sekitar 130 tahun cahaya dari Bumi, bernama StKM 1-1262. Bintang jenis ini, meskipun lebih kecil, lebih dingin, dan lebih redup dibandingkan Matahari, memiliki aktivitas magnetik yang ekstrem. StKM 1-1262 diketahui berputar 20 kali lebih cepat dari Matahari dan memiliki medan magnet 300 kali lebih kuat.

Ketua tim peneliti, Dr. Joe Callingham dari Netherlands Institute for Radio Astronomy (ASTRON), menyatakan bahwa penemuan ini memberikan bukti definitif. Sebelumnya, pengamatan suar pada bintang lain hanya memberikan petunjuk, namun belum pernah mengonfirmasi bahwa material bintang tersebut benar-benar lolos dan terlempar ke luar angkasa.

Deteksi kunci dilakukan oleh teleskop radio Low Frequency Array (LOFAR), yang menangkap semburan radio intens yang dikenal sebagai *type II radio burst*. Sinyal ini, menurut Dr. Callingham, adalah 'bukti nyata' dari terjadinya CME, yang hanya muncul ketika material berhasil lepas dari gelembung magnetik bintang. Observasi tambahan dengan teleskop luar angkasa XMM-Newton milik European Space Agency (ESA) digunakan untuk mengonfirmasi sifat bintang dan membantu menempatkan konteks letusan tersebut.

Lontaran massa korona yang teramati dari StKM 1-1262 diperkirakan memiliki energi dan kecepatan yang jauh melampaui letusan serupa di Matahari. Kecepatannya mencapai sekitar 2.400 kilometer per detik, yang bahkan sangat langka untuk CME Matahari. Para astronom memperkirakan bahwa letusan dari bintang katai merah ini setidaknya 10.000 kali lebih dahsyat daripada badai Matahari yang paling dikenal.

Implikasi dari penemuan ini sangat besar, terutama bagi upaya pencarian kehidupan di luar Tata Surya. Bintang katai merah (tipe-M) adalah jenis bintang yang paling umum di galaksi, dan banyak eksoplanet yang ditemukan hingga kini mengorbit di zona layak huni bintang-bintang tersebut. Kekerasan dan seringnya CME dari bintang-bintang ini menimbulkan kekhawatiran serius bahwa planet-planet yang mengorbit di dekatnya mungkin telah kehilangan atmosfernya, sehingga mengurangi prospek untuk menopang kehidupan di permukaan.

“Deteksi radio pertama ini meresmikan era baru bagi cuaca antariksa yang diterapkan pada sistem bintang lain,” ujar Philippe Zarka, seorang rekan penulis studi dari Paris Observatory. “Bidang yang muncul ini membuka perspektif utama tentang bagaimana aktivitas magnetik bintang memengaruhi kelayakhunian planet yang mengelilinginya.”

Login IG