Pertama di Dunia, Robot Walker S2 Bisa Ganti Baterai Sendiri Tanpa Bantuan Manusia!
Robot humanoid Walker S2 dari UBTech memecahkan rekor sebagai yang pertama di dunia yang bisa ganti baterai sendiri, memungkinkan operasi nonstop 24/7.
JAKARTA, JClarity – Industri robotika global kembali mencatat sejarah dengan hadirnya terobosan yang mengatasi salah satu hambatan terbesar dalam operasi robotik: waktu henti untuk pengisian daya. Perusahaan robotika Tiongkok, UBTech Robotics, baru-baru ini meluncurkan **Walker S2**, robot humanoid industri generasi terbarunya, yang diklaim sebagai robot humanoid pertama di dunia yang mampu mengganti baterainya sendiri secara mandiri tanpa campur tangan manusia.
Kemampuan 'self-swapping' baterai ini memungkinkan Walker S2 beroperasi secara terus-menerus selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu (24/7). Hal ini secara signifikan meningkatkan efisiensi dan otonomi dalam lingkungan kerja industri. Menurut UBTech, teknologi ini menjadi "tonggak baru untuk domain industri".
Proses penggantian baterai yang sepenuhnya otonom ini hanya membutuhkan waktu sekitar tiga menit. Robot setinggi 1,62 meter dengan berat 43 kg ini dilengkapi dengan sistem manajemen energi cerdas dan sensor internal yang mendeteksi kapan daya baterai 48 volt gandanya mulai melemah. Setelah terdeteksi, Walker S2 akan berjalan ke stasiun pengisian daya khusus, melepaskan baterai kosong, dan dengan cekatan memasang unit baterai baru yang terisi penuh ke punggungnya—semua dilakukan tanpa perlu dimatikan (hot-swappable) atau bantuan operator.
Dr. Yong Qiang, kepala insinyur proyek Walker S2, menyebut bahwa otonomi energi adalah "garis depan terakhir untuk robot yang benar-benar mandiri." Inovasi ini memecahkan masalah mendasar robotika seluler, yaitu masa pakai baterai yang terbatas, yang sebelumnya memaksa robot untuk menghentikan pekerjaan untuk pengisian ulang. Meskipun satu baterai dapat mendukung robot berjalan selama dua jam atau berdiri selama empat jam, sistem modular dan kemampuan penggantian otomatis ini menjamin waktu kerja yang tak terbatas selama persediaan baterai terisi tersedia.
Walker S2, yang juga ditenagai oleh sistem kecerdasan buatan BrainNet 2.0 dan memiliki visi stereoskopik 3D, dirancang khusus untuk aplikasi manufaktur cerdas, logistik gudang, dan perakitan. Beberapa perusahaan otomotif besar seperti BYD, Nio, dan Zeekr sebelumnya telah menguji coba versi Walker S di lini produksi mereka, menunjukkan kesiapan pasar untuk integrasi robot humanoid dalam operasi berkelanjutan. Dengan kemampuan penggantian baterai otonomnya, Walker S2 menetapkan standar baru untuk tenaga kerja robotik yang dapat menandingi fleksibilitas manusia sambil melampaui daya tahannya.