Sains

Penelitian: Otak Lebih Tajam Setelah Berhenti Merokok.

Studi terbaru menunjukkan berhenti merokok dapat meningkatkan fungsi kognitif, memori, dan fungsi eksekutif otak secara signifikan. Motivasi kuat untuk berhenti. (159 karakter)

JAKARTA · Friday, 17 October 2025 06:00 WITA · Dibaca: 53
Penelitian: Otak Lebih Tajam Setelah Berhenti Merokok.

JAKARTA, JClarity – Sebagian besar masyarakat memahami bahaya merokok terhadap paru-paru dan jantung. Namun, penelitian terbaru dalam bidang neurologi menunjukkan adanya manfaat signifikan yang sering terabaikan: berhenti merokok dapat membuat fungsi kognitif dan otak menjadi lebih tajam. Temuan ini memberikan motivasi baru yang kuat bagi para perokok untuk menghentikan kebiasaan tersebut, melampaui alasan kesehatan fisik tradisional.

Studi yang berfokus pada fungsi kognitif para mantan perokok menemukan bahwa mereka menunjukkan peningkatan signifikan dalam sejumlah area. Fungsi eksekutif, yang meliputi perencanaan, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah kompleks, serta memori kerja (working memory) dilaporkan membaik secara substansial. Peningkatan ini seringkali terlihat nyata beberapa bulan setelah berhenti merokok, menunjukkan kemampuan luar biasa otak untuk pulih dari dampak kronis paparan nikotin dan racun lainnya.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa mekanisme utama di balik pemulihan ini adalah perbaikan aliran darah ke otak (cerebral blood flow) dan penurunan tingkat peradangan kronis yang diakibatkan oleh asap rokok. Nikotin diketahui dapat mengganggu integritas materi abu-abu (grey matter) dan menyebabkan stres oksidatif, yang mempercepat penurunan kognitif. Dengan eliminasi racun-racun tersebut, otak memiliki peluang untuk memperbaiki struktur selulernya dan mengoptimalkan konektivitas neuron.

Meskipun beberapa mantan perokok melaporkan adanya 'kabut otak' sementara (brain fog) selama fase awal penarikan nikotin, penelitian menegaskan bahwa efek negatif sementara ini dengan cepat digantikan oleh peningkatan kognitif jangka panjang yang lebih stabil. Peningkatan ini tidak hanya penting bagi peningkatan kualitas hidup sehari-hari, tetapi juga berpotensi mengurangi risiko demensia dan penurunan kognitif terkait usia di masa depan. Temuan ini memperkuat urgensi kebijakan kesehatan publik untuk mendukung program-program berhenti merokok secara intensif.

Login IG