Pelajar Nias Selatan Tantang Arus Sungai Deras untuk Sekolah, Desak Presiden Bangun Jembatan Permanen
Pelajar di Nias Selatan nekat menyeberangi arus sungai deras untuk sekolah karena jembatan putus. Warga desak Presiden Jokowi segera bangun jembatan permanen.
JAKARTA, JClarity – Ratusan pelajar di Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara, terpaksa mempertaruhkan keselamatan jiwa mereka setiap hari dengan menyeberangi arus deras sungai demi mencapai sekolah. Kondisi memprihatinkan ini terekam dalam video yang viral di media sosial, memicu desakan keras dari masyarakat setempat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera menginstruksikan pembangunan jembatan permanen.
Peristiwa ini dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Lolomatua, Nias Selatan, di mana jembatan penghubung utama antara desa-desa menuju pusat pendidikan di sekitar lokasi telah hanyut diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu. Akibatnya, anak-anak dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus menantang ketinggian air yang mencapai pinggang orang dewasa dengan bantuan seutas tali dan pengawasan ketat dari beberapa orang tua.
Menurut keterangan tokoh masyarakat setempat, Yanto Lase, situasi ini telah berlangsung selama lebih dari dua bulan pasca-bencana. Upaya lokal untuk membangun jembatan darurat dari bambu atau kayu telah dilakukan berulang kali, namun selalu gagal bertahan menghadapi debit air sungai yang meningkat drastis, terutama saat musim hujan tiba. “Setiap pagi kami khawatir. Ini bukan hanya soal terlambat sekolah, tapi soal nyawa anak-anak kami. Jika hujan deras turun, mereka terpaksa libur karena arus terlalu berbahaya untuk dilalui,” ujar Lase.
Jalur yang dilalui para pelajar tersebut tidak hanya menjadi akses ke sekolah, tetapi juga merupakan urat nadi perekonomian warga desa. Terputusnya akses ini telah melumpuhkan aktivitas ekonomi dan menyulitkan mobilisasi logistik dan kesehatan. Oleh karena itu, desakan pembangunan jembatan permanen diarahkan langsung kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk diintervensi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Aktivis pendidikan di Nias menyoroti bahwa masalah infrastruktur ini telah melanggar hak dasar anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak dan aman. Mereka berharap Presiden Jokowi dapat merespons cepat kondisi di Nias Selatan, sebagaimana perhatian yang pernah diberikan kepada isu-isu serupa di daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) lainnya di Indonesia. Pembangunan jembatan yang kuat dan berkelanjutan adalah solusi mendesak yang tidak dapat ditunda lagi demi masa depan generasi penerus di Nias Selatan.