Pendidikan

Pelajar Nias Selatan Tantang Arus Sungai demi Sekolah, Minta Presiden Bangun Jembatan

Pelajar di Nias Selatan nekat menyeberangi sungai yang deras setiap hari demi sekolah. Mereka memohon bantuan Presiden RI untuk segera membangun jembatan demi keselamatan. (152 karakter)

Teluk Dalam · Friday, 10 October 2025 20:00 WITA · Dibaca: 26
Pelajar Nias Selatan Tantang Arus Sungai demi Sekolah, Minta Presiden Bangun Jembatan

TELUK DALAM, JClarity – Akses pendidikan yang seharusnya menjadi hak dasar berubah menjadi medan pertarungan berbahaya bagi ratusan pelajar di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Setiap hari, mereka harus mempertaruhkan nyawa dengan menantang derasnya arus sungai demi mencapai bangku sekolah, sebuah kondisi memprihatinkan yang mendorong mereka melayangkan permohonan langsung kepada Presiden RI agar segera dibangunkan jembatan permanen.

Situasi pelik ini dilaporkan terjadi di wilayah terpencil yang menghubungkan beberapa desa menuju pusat pendidikan di Kecamatan Fanayama. Para pelajar, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), terpaksa menyeberangi sungai dengan kedalaman air yang sewaktu-waktu bisa mencapai dada orang dewasa. Risiko meningkat drastis terutama saat curah hujan tinggi, di mana air sungai meluap dan arusnya menjadi sangat kuat.

Demi keselamatan, warga setempat berinisiatif memasang seutas tali tambang sederhana yang dibentangkan melintasi sungai. Namun, fasilitas darurat ini tetap tidak menjamin keselamatan mutlak, terutama bagi pelajar usia SD yang harus dibantu oleh orang dewasa atau remaja yang lebih kuat untuk menyeberang. Kondisi ini secara nyata melanggar hak anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang aman dan layak.

Tokoh masyarakat setempat, Bapak Ama Fau, menyatakan bahwa permintaan pembangunan jembatan permanen telah berulang kali diajukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Selatan. Namun, hingga kini, janji realisasi infrastruktur vital tersebut tak kunjung terwujud. "Ini bukan lagi soal kenyamanan, ini soal keselamatan anak-anak kami. Sudah ada beberapa insiden hampir tenggelam, apalagi saat musim hujan. Kami sudah putus asa dan hanya Bapak Presidenlah harapan kami satu-satunya," ujar Ama Fau, mewakili jeritan hati para orang tua.

Permintaan tersebut menjadi sorotan nasional setelah rekaman video yang memperlihatkan aksi nekat para pelajar saat menyeberang sungai beredar luas di media sosial. Hal ini menandakan adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur yang mendesak di daerah terpencil Indonesia. Publik menuntut intervensi cepat dari pemerintah pusat.

Diharapkan, desakan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengalokasikan dana pembangunan jembatan darurat atau permanen. Penanganan cepat sangat diperlukan untuk menjamin kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat berlangsung dengan aman dan tanpa ancaman nyawa. Keselamatan dan masa depan pendidikan ratusan pelajar Nias Selatan kini bergantung pada keputusan cepat dari Jakarta.

Login IG