Pecah Rekor Baru Lagi, Harga Emas Antam Tembus Rp2,239 Juta per Gram
Harga emas Antam kembali cetak rekor tertinggi baru (ATH) pada 4 Oktober 2025, tembus Rp2.239.000 per gram. Kenaikan dipicu status safe haven, shutdown AS, dan ekspektasi The Fed.
JAKARTA, JClarity – Harga jual emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan hari ini, Sabtu (4/10/2025). Logam mulia tersebut dibanderol di level fantastis Rp2.239.000 per gram.
Kenaikan harga emas Antam ini melanjutkan tren positif yang didorong oleh reli harga emas global di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan politik dunia. Berdasarkan informasi dari laman resmi Logam Mulia, harga emas batangan Antam naik sebesar Rp4.000 per gram dari posisi perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp2.235.000 per gram.
Angka Rp2.239.000 per gram ini secara resmi melampaui rekor ATH sebelumnya yang sempat tercatat pada Rabu (1/10/2025). Sementara itu, harga beli kembali (buyback price) emas Antam juga ikut terkerek naik sebesar Rp5.000, kini dipatok pada level Rp2.087.000 per gram. Harga buyback merupakan patokan yang diterima pemegang emas Antam ketika menjual kembali logam mulia mereka.
Lonjakan harga domestik ini merupakan imbas langsung dari menguatnya harga emas dunia di pasar spot yang sempat menyentuh level tertinggi baru di dekat US$3.896 per troy ounce. Sentimen utama yang memicu harga emas global terbang tinggi adalah statusnya sebagai aset safe haven atau aset lindung nilai.
Terdapat dua faktor utama yang kini menjadi bahan bakar bagi reli harga emas, yaitu ketidakpastian ekonomi Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik yang berkelanjutan. Di AS, kekhawatiran pelaku pasar meningkat akibat berlanjutnya penutupan pemerintahan (government shutdown) yang menunda rilis data-data penting ekonomi, sehingga memicu aliran modal ke aset yang aman seperti emas.
Selain itu, ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), juga menjadi pendorong utama. Harapan bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga dalam waktu dekat membuat imbal hasil obligasi AS menurun, sehingga mengurangi biaya peluang untuk memegang emas—yang merupakan aset tanpa imbal hasil—dan membuatnya semakin menarik bagi investor global.
Di pasar domestik, kenaikan harga emas Antam diperparah oleh pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang berada di bawah level psikologis Rp16.000. Ketika harga emas dunia (dijual dalam Dolar) naik dan Rupiah melemah, harga emas dalam mata uang lokal otomatis akan melambung lebih tinggi.
Beberapa analis memperkirakan bahwa tren kenaikan ini akan terus berlanjut. Apabila harga emas global mampu menembus level psikologis US$4.000 per troy ounce, harga emas Antam di Indonesia diprediksi sangat mungkin akan menembus level di atas Rp2.300.000 per gram menjelang akhir tahun 2025.
Berikut adalah rincian harga emas Antam 1 gram dan beberapa denominasi lainnya per 4 Oktober 2025 (Harga di Butik Emas LM Pulo Gadung):
- Emas 0,5 gram: Rp1.169.500
- Emas 1 gram: Rp2.239.000
- Emas 5 gram: Rp10.970.000
- Emas 10 gram: Rp21.885.000
- Emas 25 gram: Rp54.587.000
- Emas 100 gram: Rp217.960.000
Perlu dicatat, harga yang tertera belum termasuk PPh 22 sebesar 0,25 persen (dengan NPWP) atau 0,9 persen (tanpa NPWP) untuk pembelian emas batangan, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku.