Pendidikan

Pakar Teknologi Pendidikan Sebut Literasi AI Jadi Keterampilan Mendesak di Era Teknologi.

Literasi AI telah ditetapkan sebagai keterampilan mendesak di era teknologi, setara membaca-menulis-berhitung. Pakar sebut penting untuk atasi risiko bias dan disinformasi.

JAKARTA · Saturday, 22 November 2025 11:00 WITA · Dibaca: 24
Pakar Teknologi Pendidikan Sebut Literasi AI Jadi Keterampilan Mendesak di Era Teknologi.

JAKARTA, JClarity – Literasi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah ditetapkan sebagai keterampilan esensial dan mendesak yang harus dikuasai masyarakat, khususnya generasi muda, di tengah pesatnya laju transformasi digital. Para pakar teknologi pendidikan menekankan bahwa penguasaan literasi AI kini setara pentingnya dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

Urgensi ini disoroti mengingat AI kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, mulai dari sistem personalisasi digital hingga navigasi di ponsel, dengan Indonesia sebagai salah satu pengguna AI terbesar di dunia. Namun, perkembangan ini menghadirkan tantangan serius, seperti risiko kemalasan berpikir, bias algoritmik, hingga masifnya disinformasi yang diproduksi oleh teknologi Gen-AI.

Pendiri dan CEO Redea Institute, Antarina S.F. Amir, menyatakan bahwa pendidikan memiliki peran krusial dalam membekali anak-anak untuk menguasai keterampilan hidup esensial, termasuk AI. Menurutnya, literasi AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk memastikan generasi mendatang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga 'pemikir digital' yang mampu menilai, mencipta, dan menavigasi dunia dengan bijaksana.

Senada, pakar teknologi pendidikan dari Amerika Serikat, Ken Shelton, yang turut hadir dalam lokakarya di Jakarta, menegaskan bahwa AI seharusnya tidak dipandang sebagai penghalang belajar, melainkan sebagai sarana yang menuntun siswa untuk merumuskan pertanyaan yang tepat dan menggali pengetahuan lebih dalam. Ia mengajak para pendidik untuk melihat pendidikan AI sebagai 'literasi baru' yang sangat penting.

Definisi Literasi AI sendiri mencakup kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, dan menggunakan teknologi AI secara bertanggung jawab dan beretika. Kepala Pusat Riset Pendidikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Trina Fizzanty, sebelumnya juga telah menekankan bahwa AI berpotensi meningkatkan kualitas pengajaran, namun penting adanya kolaborasi antara peneliti, pendidik, dan pembuat kebijakan untuk memastikan penerapan AI selaras dengan nilai-nilai fundamental pendidikan.

Penguatan literasi AI dinilai penting untuk mencapai potensi ekonomi digital Indonesia yang sangat besar. Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital, dalam kesempatan lain, menjelaskan bahwa kontribusi AI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa mencapai hingga ratusan miliar dolar, namun potensi ini hanya akan tercapai bila didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan beretika dalam menggunakan AI. Dengan demikian, integrasi literasi AI dalam kurikulum pendidikan, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi, menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditunda.

Login IG