Pendidikan

Pakar Teknologi Pendidikan Sebut Literasi AI Jadi Keterampilan Mendesak di Era Teknologi

Pakar teknologi pendidikan menyebut literasi AI sebagai keterampilan mendesak dan fondasi penting bagi generasi muda Indonesia untuk hadapi tantangan era digital.

JAKARTA · Saturday, 22 November 2025 09:00 WITA · Dibaca: 17
Pakar Teknologi Pendidikan Sebut Literasi AI Jadi Keterampilan Mendesak di Era Teknologi

JAKARTA, JClarity – Perkembangan pesat teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mendorong para pakar teknologi pendidikan dan pemangku kepentingan di Indonesia untuk menyuarakan urgensi literasi AI sebagai keterampilan mendasar yang wajib dimiliki di era digital saat ini. Literasi AI tidak lagi dipandang sebagai keahlian tambahan, melainkan fondasi penting bagi generasi muda dan angkatan kerja Indonesia agar mampu beradaptasi dan berdaya saing di tengah transformasi global.

Kepala Pusat Riset Pendidikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Trina Fizzanty, sebelumnya menekankan bahwa AI berpotensi besar meningkatkan kualitas pengajaran dan menciptakan model pembelajaran yang inklusif, namun pemanfaatannya juga menghadirkan tantangan besar terkait kesetaraan, etika, dan transformasi kurikulum. Senada dengan hal tersebut, akademisi dari Universitas Indonesia, Dr. Anisa Rahman, menyoroti bahwa literasi digital—yang kini diperluas menjadi literasi AI—sangat penting agar siswa tidak hanya menjadi pengguna pasif teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif.

Literasi AI didefinisikan melampaui kemampuan teknis operasional. Ia mencakup pemahaman tentang cara kerja sistem AI, kelebihan dan keterbatasannya, serta kesadaran terhadap dimensi etika, privasi data, dan potensi bias dalam algoritma. Kemampuan ini menjadi bekal wajib untuk menghadapi era disrupsi, di mana penyebaran informasi palsu atau manipulasi visual berbasis AI semakin sulit dibedakan dari fakta.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, juga menegaskan bahwa edukasi literasi digital dan AI harus menyasar seluruh lapisan masyarakat sejak usia dini. Menurutnya, hal ini krusial untuk membangun daya kritis masyarakat dan memastikan bahwa teknologi digital digunakan sebagai sarana peningkatan produktivitas, bukan sekadar konsumsi informasi.

Dari sisi industri, Regional Manager of Data Center Operations Amazon Web Services (AWS), Winu Adiarto, menyebut literasi kecerdasan buatan sebagai 'fondasi penting bagi talenta masa depan Indonesia'. Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan industri pun mulai aktif dilakukan, contohnya melalui program yang berfokus pada pengembangan kapasitas guru dan siswa dalam memahami konsep dasar serta aplikasi praktis AI dan pembelajaran mesin.

Oleh karena itu, para pakar merekomendasikan adanya integrasi literasi AI secara sistematis ke dalam kurikulum pendidikan di berbagai jenjang. Selain itu, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan literasi AI juga menjadi kunci untuk mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang adaptif, humanis, dan berkelanjutan, serta menyiapkan peserta didik agar siap menghadapi kompleksitas dunia kerja berbasis teknologi.

Login IG