Sains

Nyamuk Pertama Ditemukan di Islandia, Dunia Terkejut!

Penemuan tiga spesimen nyamuk Culiseta annulata di Islandia mengejutkan dunia. Negara yang dikenal bebas nyamuk ini khawatir pemanasan global mengubah ekosistem mereka.

Jakarta · Sunday, 26 October 2025 21:00 WITA · Dibaca: 54
Nyamuk Pertama Ditemukan di Islandia, Dunia Terkejut!

Jakarta, JClarity – Penemuan yang menggemparkan dunia sains baru saja dikonfirmasi di Islandia, negara yang selama ini dikenal sebagai salah satu dari sedikit tempat di dunia yang bebas dari populasi nyamuk. Institusi Ilmu Pengetahuan Alam Islandia (Natural Science Institute of Iceland) mengumumkan pada pertengahan Oktober 2025 bahwa mereka telah mengonfirmasi penemuan tiga spesimen nyamuk di lingkungan alam liar di dekat ibu kota Reykjavík.

Spesimen nyamuk tersebut, yang terdiri dari dua betina dan satu jantan, diidentifikasi sebagai spesies *Culiseta annulata*, jenis yang diketahui mampu bertahan di iklim dingin. Penemuan bersejarah ini dilakukan oleh seorang warga sekaligus pegiat serangga, Björn Hjaltason, di Kiðafell, Kjós, sekitar 30 kilometer di utara Reykjavík. Nyamuk tersebut terperangkap dalam jebakan 'wine roping' yang awalnya dipasang oleh Hjaltason untuk menarik kupu-kupu.

Islandia telah lama menjadi anomali biologis karena iklimnya yang tidak stabil dan siklus beku-cair yang cepat yang diyakini menghambat nyamuk untuk menyelesaikan siklus hidupnya, berbeda dengan negara-negara Nordik di sekitarnya. Entomolog Matthías Alfreðsson mengonfirmasi bahwa ini adalah catatan pertama nyamuk yang berkembang biak di lingkungan alam Islandia. Penemuan ini segera memicu kekhawatiran global bahwa perubahan iklim, yang telah membuat Islandia mengalami suhu tinggi dan musim dingin yang lebih ringan pada tahun 2025, telah menciptakan kondisi yang lebih ramah bagi serangga invasif untuk bertahan hidup.

Meskipun beberapa ahli berspekulasi bahwa nyamuk ini mungkin tiba secara tidak sengaja melalui kapal atau kontainer kargo, suhu yang menghangat memberikan peluang bagi mereka untuk membentuk populasi permanen. Meskipun spesies *Culiseta annulata* tidak dikenal sebagai vektor utama penyakit tropis berbahaya, para ahli menekankan perlunya kewaspadaan, terutama untuk mencegah masuknya spesies nyamuk lain di masa depan. Pemerintah Islandia kini bersiap untuk memantau area penemuan secara intensif, terutama menjelang musim semi 2026, untuk menentukan apakah spesies tersebut dapat bertahan dan berkoloni.

Login IG