Nvidia Luncurkan DGX Spark, Superkomputer AI Sekecil Desktop
Nvidia resmi luncurkan DGX Spark, superkomputer AI terkecil di dunia. Perangkat seukuran desktop ini menawarkan kinerja 1 petaflop dengan 128 GB unified memory.
JAKARTA, JClarity – Nvidia Corporation, raksasa semikonduktor global, telah menggebrak pasar komputasi kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan DGX Spark, yang diklaim sebagai superkomputer AI terkecil di dunia. Perangkat ringkas seukuran komputer desktop ini menjanjikan kekuatan komputasi setara pusat data (data center) untuk diletakkan langsung di meja kerja para pengembang dan peneliti.
Peluncuran yang dimulai pada pekan ini, dengan pengiriman resmi yang dimulai sejak 15 Oktober 2025, menandai langkah strategis Nvidia dalam mendemokratisasikan akses terhadap komputasi AI berdaya tinggi. DGX Spark dirancang untuk mengatasi keterbatasan memori dan perangkat lunak pada komputer pribadi atau workstation konvensional, yang selama ini memaksa pengembang bergantung pada layanan cloud atau pusat data lokal yang mahal.
Secara teknis, DGX Spark ditenagai oleh chip teranyar Nvidia Grace Blackwell Superchip GB10, arsitektur yang mengintegrasikan Unit Pemrosesan Grafis (GPU), Unit Pemrosesan Pusat (CPU), jaringan berkecepatan tinggi, serta tumpukan perangkat lunak AI Nvidia. Perangkat ini mampu menghasilkan kinerja AI hingga 1 petaflop, setara dengan satu kuadriliun operasi per detik (pada presisi FP4).
Kekuatan utamanya terletak pada memori. DGX Spark hadir dengan 128 GB memori terpadu (unified memory) yang dapat diakses bersama oleh CPU dan GPU. Kapasitas memori besar ini memungkinkan para pengembang untuk menjalankan inferensi pada Model Bahasa Besar (LLM) dengan hingga 200 miliar parameter, serta melakukan fine-tuning pada model hingga 70 miliar parameter secara lokal. Fitur ini secara signifikan mengurangi latensi dan biaya yang terkait dengan penggunaan server jarak jauh.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menekankan bahwa DGX Spark membawa misi yang sama seperti peluncuran DGX-1 pada tahun 2016, yaitu menempatkan kekuatan superkomputer AI langsung di tangan setiap pengembang. Perangkat ini secara khusus ditujukan bagi peneliti, ilmuwan data, dan mahasiswa yang ingin bereksperimen dengan AI generatif, agentic AI (AI yang mampu bertindak mandiri), dan physical AI (AI yang berinteraksi dengan dunia nyata) tanpa hambatan infrastruktur.
Nvidia DGX Spark dibanderol mulai dari $3.999 AS (sekitar Rp66,3 juta). Harga ini, meskipun terbilang premium untuk ukuran komputer desktop, dinilai lebih terjangkau dibandingkan membeli GPU kelas profesional atau chip AI kelas pusat data yang bisa mencapai puluhan ribu dolar per unitnya. Selain dari Nvidia, sistem DGX Spark juga ditawarkan melalui kemitraan dengan produsen PC terkemuka seperti Acer, ASUS, Dell Technologies, GIGABYTE, HP, Lenovo, dan MSI.