Molekul Misterius pada Anjing Mungkin Jadi Kunci Umur Panjang Manusia.
Penelitian terbaru di jurnal Aging Cell mengidentifikasi 'molekul misterius' (ptmAAs) pada anjing yang terkait erat dengan penuaan dan fungsi ginjal. Temuan ini membuka kunci untuk memahami dan memperpanjang umur panjang manusia.
Jakarta, JClarity – Sebuah penemuan ilmiah terbaru yang mencengangkan telah membuka babak baru dalam penelitian tentang penuaan dan umur panjang. Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi sekelompok molekul misterius dalam darah anjing yang berpotensi menjadi biopenanda (biomarker) utama penuaan, menawarkan petunjuk penting untuk memperpanjang usia sehat—baik pada hewan maupun manusia.
Studi kolaboratif skala besar yang dikenal sebagai Proyek Penuaan Anjing (Dog Aging Project) ini melibatkan analisis sampel darah dari hampir 800 anjing peliharaan. Hasil penelitian, yang dipublikasikan pada 22 Oktober 2025 di jurnal *Aging Cell*, mengungkapkan bahwa sekitar 40% dari molekul kecil yang beredar dalam aliran darah anjing, yang dikenal sebagai metabolit, bervariasi seiring bertambahnya usia.
Dari metabolit-metabolit tersebut, satu kelompok yang jarang diteliti, yakni post-translationally modified amino acids (ptmAAs), menunjukkan hubungan yang sangat kuat dengan proses penuaan pada anjing dari berbagai ras, ukuran, dan jenis kelamin. Daniel Promislow, seorang ilmuwan senior dan penasihat ilmiah di Jean Mayer USDA Human Nutrition Research Center on Aging (HNRCA) di Tufts University sekaligus penulis senior studi tersebut, menjelaskan bahwa metabolit adalah bahan dasar kehidupan yang berfungsi sebagai bahan mentah untuk membentuk protein, DNA, dan komponen seluler lainnya.
Para peneliti mencatat bahwa tingkat ptmAAs ini cenderung meningkat seiring dengan menurunnya fungsi ginjal. Ginjal bertanggung jawab untuk menyaring produk sampingan dari pemecahan protein dalam aliran darah. Penumpukan ptmAAs ini menunjukkan adanya tanda biokimia dari kerusakan fungsi seluler, dan berfungsi sebagai cerminan usia biologis anjing.
Meski sumber pasti dari ptmAAs ini masih menjadi misteri, tim peneliti menduga molekul ini dihasilkan oleh bakteri dalam usus saat mencerna makanan atau muncul ketika protein di dalam tubuh mengalami pemecahan. Penemuan ini sangat signifikan karena anjing peliharaan dianggap sebagai model penelitian yang ideal untuk manusia. Mereka berbagi lingkungan hidup, penyakit, dan keragaman genetik dengan pemiliknya, menjadikan perubahan molekuler pada anjing sebagai jendela untuk memahami penuaan pada manusia.
Para ilmuwan berharap temuan ini dapat membantu mengidentifikasi biopenanda yang tidak hanya memprediksi berapa lama kita akan hidup, tetapi juga seberapa sehat kita menua (*healthspan*). Ini membuka jalan bagi pengembangan intervensi atau pengobatan baru yang dapat menargetkan jalur molekuler yang sama untuk memperlambat laju penurunan biologis pada berbagai spesies, termasuk manusia, demi kehidupan yang lebih panjang dan berkualitas.