Molekul Misterius pada Anjing Mungkin Jadi Kunci Umur Panjang Manusia.
Penelitian mutakhir Dog Aging Project mengungkap ptmAAs, molekul kunci yang mengatur umur panjang anjing. Temuan ini memicu harapan bagi terapi anti-penuaan manusia. (157 karakter)
JAKARTA, JClarity – Sebuah terobosan ilmiah yang dilakukan oleh para peneliti di Amerika Serikat telah memantik harapan baru dalam pencarian rahasia umur panjang manusia. Penelitian mutakhir pada anjing peliharaan berhasil mengidentifikasi sekelompok molekul yang dijuluki "biomarker penuaan misterius" yang diduga kuat menjadi penentu utama kecepatan proses penuaan, baik pada hewan maupun manusia.
Temuan signifikan ini berasal dari Dog Aging Project (DAP), sebuah studi longitudinal besar-besaran, dengan melibatkan ilmuwan dari Tufts University, University of Washington, dan institusi terkait. Para peneliti menganalisis sampel darah dari hampir 800 anjing dan menemukan bahwa sekitar 40 persen molekul kecil (metabolit) dalam aliran darah anjing berubah seiring bertambahnya usia.
Di antara ribuan molekul yang diperiksa, kelompok yang paling menonjol adalah **asam amino yang dimodifikasi pasca-translasi** (*post-translationally modified amino acids* atau ptmAAs). Molekul ini menunjukkan korelasi yang kuat dengan penuaan biologis pada anjing dari berbagai ras, ukuran, dan jenis kelamin. PtmAAs terbentuk dari pemecahan protein dalam tubuh atau sebagai hasil aktivitas bakteri usus, dan penumpukannya ditemukan terkait erat dengan penurunan fungsi ginjal.
Daniel Promislow, salah satu ilmuwan senior proyek tersebut, menjelaskan bahwa molekul-molekul ini merupakan bahan dasar pembentuk kehidupan—membantu menciptakan protein dan komponen seluler lainnya. Dengan memetakan pergeseran molekuler ini, tim berharap dapat menguraikan tidak hanya bagaimana anjing menua, tetapi juga apa implikasinya terhadap umur panjang manusia.
Anjing dianggap sebagai model yang sangat baik untuk studi penuaan manusia karena mereka berbagi lingkungan hidup, diet, dan mengalami banyak penyakit terkait usia yang serupa dengan yang dialami manusia. Jika ptmAAs ini terbukti dapat memprediksi kesehatan dan umur panjang, penemuan ini dapat membuka jalan baru untuk mengembangkan intervensi anti-penuaan yang menargetkan jalur metabolisme spesifik, berpotensi memberikan manfaat pada masa hidup sehat (*healthspan*) manusia.
Langkah selanjutnya dalam penelitian ini adalah melacak perubahan ptmAAs pada anjing yang sama selama beberapa tahun. Tujuannya adalah untuk mengonfirmasi apakah biomarker ini benar-benar dapat memprediksi kesehatan di masa depan dan menjadi alat untuk menguji keefektifan terapi anti-penuaan, seperti obat yang sedang diuji coba seperti Rapamycin, sebelum diadaptasi untuk populasi manusia.