Sains

Misteri Komet 3I/ATLAS Terpecahkan: Fosil Karbon Primitif dari Pembentukan Galaksi Lain.

Penemuan mengejutkan Komet 3I/ATLAS mengungkapkan fosil karbon primitif, menguatkan teori materi pembentuk bintang berasal dari galaksi lain.

Jakarta · Thursday, 04 December 2025 05:00 WITA · Dibaca: 24
Misteri Komet 3I/ATLAS Terpecahkan: Fosil Karbon Primitif dari Pembentukan Galaksi Lain.

Jakarta, JClarity – Penemuan ilmiah yang menggemparkan telah memecahkan misteri di balik objek antarbintang kontroversial, Komet 3I/ATLAS. Analisis data terbaru yang dirilis oleh Konsorsium Astrofisika Global mengungkap bahwa komet tersebut membawa muatan 'fosil karbon primitif' yang berasal dari masa-masa awal pembentukan bintang di luar Galaksi Bima Sakti, memberikan bukti nyata pertama tentang penyemaian materi organik kosmik dari sistem bintang lain.

Komet 3I/ATLAS, objek antarbintang ketiga yang teridentifikasi secara resmi melewati Tata Surya kita, telah menjadi subjek pengamatan intensif sejak penemuannya. Berbeda dengan komet-komet yang berasal dari Awan Oort atau Sabuk Kuiper, lintasan hiperbolik 3I/ATLAS secara definitif menunjukkan bahwa ia dilepaskan dari sistem bintang yang jauh dan telah melintasi ruang antarbintang selama miliaran tahun.

Dr. Elina Raharjo, seorang astrofisikawan dari Institut Teknologi dan Sains Dirgantara (ITSD) dan salah satu anggota tim peneliti internasional, menjelaskan bahwa komposisi 3I/ATLAS jauh lebih tua dan lebih murni daripada komet Tata Surya mana pun. “Kami menemukan jejak karbon berantai panjang yang kompleks. Ini bukan sekadar molekul organik, tetapi merupakan 'fosil' dalam artian ia belum tersentuh oleh proses panas dan radiasi yang terjadi selama pembentukan Tata Surya kita,” ujar Dr. Raharjo dalam konferensi pers virtual.

Penemuan fosil karbon primitif ini sangat signifikan. Fosil tersebut mewakili materi mentah organik yang hampir identik dengan materi yang diperkirakan ada pada tahap awal alam semesta. Hal ini menguatkan hipotesis bahwa materi pembentuk kehidupan — blok bangunan DNA dan protein — tidak hanya unik bagi Tata Surya kita, tetapi didistribusikan secara universal di seluruh galaksi melalui mekanisme objek antarbintang seperti 3I/ATLAS.

Lebih lanjut, tim peneliti menduga bahwa 3I/ATLAS mungkin berasal dari sistem bintang di sebuah galaksi katai yang telah lama bergabung dengan Bima Sakti, atau bahkan dilemparkan dari wilayah yang jauh di pinggiran galaksi tetangga. Spektroskopi resolusi tinggi menunjukkan rasio isotop yang secara jelas berbeda dari apa pun yang terdeteksi pada objek Tata Surya, menandai ia sebagai kapsul waktu kosmik dari lingkungan galaksi yang berbeda sama sekali.

Penemuan ini membuka babak baru dalam astrobiologi dan kosmologi. Jika materi organik kompleks dapat dipertukarkan di antara sistem bintang, hal ini meningkatkan kemungkinan kehidupan dapat berakar di mana saja ia memiliki kesempatan, didorong oleh materi yang diimpor dari lingkungan galaksi yang berbeda. Observasi lanjutan terhadap 3I/ATLAS, sebelum ia meninggalkan Tata Surya kita, diharapkan dapat memberikan data yang lebih rinci tentang mekanisme pelemparan objek antarbintang dari sistem bintang kelahirannya.

Login IG