Sains

Misteri Kepunahan Neanderthal Terkuak! Ini Temuan Terbarunya

Temuan terbaru menguak misteri kepunahan Neanderthal. Hipotesis terbaru menyebut kerabat manusia ini menghilang karena terserap ke populasi Homo sapiens via perkawinan silang.

Jakarta · Monday, 24 November 2025 10:00 WITA · Dibaca: 22
Misteri Kepunahan Neanderthal Terkuak! Ini Temuan Terbarunya

Jakarta, JClarity – Misteri di balik hilangnya Neanderthal, kerabat terdekat manusia modern, yang punah sekitar 40.000 tahun lalu, telah lama menjadi salah satu teka-teki terbesar dalam evolusi manusia. Berbagai hipotesis, mulai dari persaingan brutal hingga ketidakmampuan beradaptasi dengan perubahan iklim, kini mulai tergeser oleh temuan terbaru yang mengarah pada kesimpulan yang lebih 'damai', yakni penyerapan genetik.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan pada akhir tahun 2025 menunjukkan bahwa kepunahan Neanderthal kemungkinan besar bukanlah akibat perang atau bencana alam semata, melainkan karena mereka perlahan-lahan 'terserap' ke dalam populasi Homo sapiens yang jauh lebih besar melalui perkawinan silang berulang (admixture). Sebuah studi menggunakan model matematika menguatkan hipotesis ini, menyimpulkan bahwa pengenceran genetik akibat kawin silang dengan manusia modern selama migrasi kecil yang terjadi berulang sudah cukup untuk menjelaskan hilangnya identitas genetik Neanderthal.

Teori ini mengibaratkan populasi sebagai dua pewarna: jika populasi Neanderthal (pewarna merah) bercampur dengan populasi Homo sapiens (pewarna biru) yang jumlahnya jauh lebih besar dan terus bertambah, maka seiring waktu, warna merah akan terserap hingga tidak terlihat lagi, meskipun jejaknya tetap ada. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa hampir semua manusia modern di luar Afrika masih membawa sekitar 2% DNA Neanderthal, sebuah bukti abadi dari interaksi seksual lintas spesies yang berulang.

Selain faktor penyerapan genetik, temuan lain yang menguat pada tahun 2024 menyoroti kerentanan internal Neanderthal. Analisis DNA dari sisa-sisa Neanderthal terakhir, seperti individu 'Thorin' yang ditemukan di Prancis, menunjukkan bahwa mereka cenderung hidup dalam kelompok kecil yang terisolasi dengan tingkat kawin sedarah (inbreeding) yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan kurangnya keanekaragaman genetik, yang secara signifikan mengurangi kemampuan populasi untuk bertahan hidup menghadapi tantangan lingkungan atau penyakit.

Para ahli paleoantropologi kini sepakat bahwa kepunahan Neanderthal kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor yang bekerja secara simultan: populasi mereka yang sudah kecil dan terisolasi membuatnya rapuh secara demografis; fluktuasi iklim yang ekstrem memberikan tekanan lebih lanjut; dan yang paling menentukan, proses penyerapan genetik yang berkelanjutan ke dalam populasi Homo sapiens yang superior secara jumlah. Dengan demikian, misteri kepunahan ini terkuak bukan sebagai kisah konflik yang brutal, melainkan sebagai sebuah 'peleburan' yang perlahan dan tak terhindarkan dalam sejarah evolusi manusia.

Login IG