Sains

Mirip Bulan, Ini Profil Asteroid Quasi-Moon yang Buntuti Bumi.

Asteroid 2025 PN7, quasi-moon terbaru Bumi, terdeteksi membuntuti planet hingga 2083. Berukuran hanya 19 meter, objek ini sulit dilihat tanpa teleskop canggih.

JAKARTA · Friday, 24 October 2025 04:00 WITA · Dibaca: 56
Mirip Bulan, Ini Profil Asteroid Quasi-Moon yang Buntuti Bumi.

JAKARTA, JClarity – Fenomena astronomi kembali menarik perhatian publik global dengan dikonfirmasinya status asteroid baru, 2025 PN7, sebagai 'quasi-moon' atau satelit semu Bumi. Objek angkasa kecil ini, yang terdeteksi membuntuti Bumi, diperkirakan akan menjadi pendamping planet kita selama beberapa dekade mendatang, menawarkan jendela baru bagi para ilmuwan untuk mempelajari dinamika tata surya.

Asteroid 2025 PN7 pertama kali terdeteksi pada 29 Agustus 2025, melalui teleskop Pan-STARRS di Observatorium Haleakala, Hawaii. Meskipun baru-baru ini diidentifikasi, analisis data arsip menunjukkan bahwa objek tersebut telah berada dalam orbit yang serupa dengan Bumi selama kurang lebih enam dekade. Sebuah studi yang dipublikasikan pada September 2025, mengonfirmasi bahwa 2025 PN7 adalah quasi-satellite yang mengorbit Matahari, namun jalur orbitnya sangat mirip dengan Bumi, sehingga tampak mengelilingi planet kita karena pengaruh gaya gravitasi.

Phil Nicholson, profesor astronomi di Cornell University, menjelaskan bahwa orbit quasi-moon bergerak di jalur yang sangat mirip dengan Bumi, sehingga 'kadang-kadang menemani Bumi selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun'. Untuk kasus 2025 PN7, para astronom memprediksi asteroid ini akan 'menemani' Bumi hingga tahun 2083. Fenomena ini merupakan tipuan gravitasi, di mana objek tersebut terlihat mengorbit Bumi dari sudut pandang kita, meskipun sebenarnya mengorbit Matahari.

Berdasarkan profilnya, 2025 PN7 merupakan objek yang sangat kecil. Diperkirakan lebarnya hanya sekitar 19 meter (62 kaki), menjadikannya quasi-moon terkecil dan paling tidak stabil yang pernah tercatat. Ukuran yang kecil dan tingkat kecerahan (magnitudo) sekitar 26, menyebabkan asteroid ini sulit dilihat tanpa teleskop yang sangat kuat dan canggih. Para ahli, seperti Zoe Ponterio dari Cornell University, menegaskan bahwa orang awam tidak akan melihat 'bulan kedua' di langit, karena terlalu kecil, gelap, dan jauh.

Penemuan 2025 PN7 menambah daftar objek quasi-moon yang pernah dicatat berada di dekat Bumi. Dengan penemuan ini, tercatat sudah ada tujuh hingga delapan benda langit lain yang memiliki status satelit semu. Carlos de la Fuente Marcos, salah satu penulis studi, menyebut penemuan quasi-moon baru membantu astronom memahami kompleksitas dinamika gravitasi dalam tata surya. Selain itu, asteroid jenis ini dianggap sebagai target menarik untuk misi luar angkasa di masa depan karena relatif mudah diakses dan dapat digunakan sebagai 'laboratorium alami' untuk pengujian teknologi eksplorasi planet.

Login IG